oleh

Hilang dari Penerima BLT, Palang Jalan

SORONG – Kekecewaan telihat di wajah ­warga yang namanya hilang dalam penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap 3 dan 4. Karena itu, warga memalang Jalan A. Yani depan Kantor Pos, Senin (19/4), dengan menggunakan kayu dan batu, beserta Papan Pengumuman Nama penerima BLT.

Aksi ini mengakibatkan kemacetan sehingga arus lalu lintas dialihkan di ruas jalan lainnya. Tidak berselang lama, pihak kepolisian Polres Sorong Kota memindahkan papan pengumuman tersebut ke samping jalan. Pantauan ­Radar Sorong, tidak hanya itu, warga juga meminta agar tempat pelayanan ditutup dan tidak adanya pencairan BLT sambil menunggu perbaikan data. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Salah satu warga dari Kelurahan Klademak 3, Beni Faidiban mengatakan ia tidak tahu mengapa namanya tidak ada, ia menduga adanya manipulasi dari dinas terkait.  “Kami ini terdata sudah lama bahkan dari awal, ketika kami datang melihat nama tapi tidak ada sementara di kelurahan kami hanya terdata 134 penerima tapi mereka itu bukan warga kelurahan kami,” katanya kepada Radar Sorong.

Karena itu, warga meminta penundaan pembayaran BLT dan Dinas Sosial Kota Sorong segera memperbaharui data-data. Beni mengatakan, ia selaku penerima BLT sejak tahap pertama dan kedua. Sedangkan tahap pembayaran ke 3 dan 4 ditunda hingga dua bulan, namun ketika waktu pembayaran namanya dan masyarakat lainnya hilang. “Ini ada apa, makanya untuk sementara tutup dulu dan perbaikan data. Kami akan menunggu pemulihan data walaupun sampai dua bulan kedepan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Sorong Manase Jitmau menyampaikan permasalahan ini bersumber dari data yang tidak valid, karena ada nama yang dobel, masyarakat yang tidak memiliki e-KTP namun hanya kartu keluarga. Namun, sebagai Kadis Sosial ia akan berupaya ke pusat karena pasti seluruh beberapa warga di kelurahan terdampak. “Dari 4.000an warga itu pasti ada di semua kelurahan,” jelasnya.

Menurutnya, data yang terkoneksi ke pusat sebanyak 3.900an masyarakat yang sedang dibayar, sementara sisa 4.000an masyarakat belum karena data tidak lengkap. Ia berharap agar masyarakat memberikan waktu kepada Dinas Sosial Kota Sorong untuk memvalidasi data untuk diperjuangkan ke Kementerian Sosial. “Yang pasti dibayar, tapi masyarakat bersabar,” ucapnya.

Sementara itu, 3.900an data penerima BLT yang telah keluar harus dibayar, bila dibatalkan atau ditunda maka akan hangus sehingga masyarakat rugi. Pihaknya sambung Kadis Sosial, tetap akan memperjuangkan 4.000an nama yang tidak terdaftar tersebut.

Data ini tambah Manase, diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Dukcapil yang sudah ada di pemerintah pusat, namun ada penambahan 7.000an lagi. “Kami tidak salahkan siapapun, ini merupakan program pemerintah pusat,” katanya.

Kepala Kantor Pos Sorong, Denny Lumban Toruan mengatakan aksi pemindahan papan nama tersebut karena kekecewaan dari masyarakat yang namanya tidak terdaftar dalam pembayaran BLT tahap 3 dan 4 tahun 2021. Sehingga, tuntutan warga agar sementara proses pelayanan BLT ditunda dahulu. Sebab, Kantor Pos hanya sebagai juru bayar saja. “Jadi hari ini kami menunda dulu pelayanan pembayaran BLT. Kami akan konfirmasi ke Pemda baik Sekda atau Wali Kota agar dikasih kepastian. Kalau misalnya Pemda menyampaikan tetap berjalan maka kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan agar dikawal saat melakukan pembayaran,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed