Heboh! Aktivitas Skimming Semakin Marak dan Merugikan Banyak Orang!

Radar Sorong – Begitu banyak tindakan kejahatan yang semakin menjadi-jadi. Hal ini di duga efek atas hadirnya pandemi COVID-19 yang menyebabkan kekhawatiran besar serta dampak penurunan ekonomi sangat drastis hanya dalam jangka waktu beberapa bulan terakhir. Salah satu tindak kejahatan yang menghebohkan banyak orang belakangan ini, adalah skimming. Aktivitas skimming semakin marak dan menjadi-jadi dan telah berhasil terkuak. Hal ini dikarenakan terdapat sebuah laporan nasabah BCA yang mengaku bahwa uangnya hilang begitu saja hingga Rp 135 juta. 

 

Mengunggah pengalaman buruknya di media sosial, warganet pun menduga bahwa dirinya menjadi korban dari aktivitas skimming yang semakin mengkhawatirkan. Menanggapi hal itu, Hebbie Agus Kurnia, selaku nasabah BCA yang kehilangan uang secara misterius, telah melakukan laporan untuk pengembalian dana. Laporan tersebut telah diterima oleh BCA, pada Minggu, 27 Maret 2022 kemarin. Sebelumnya, Hebbie bercerita bahwa dirinya kehilangan uang secara mendadak sebesar Rp 135 juta pada Minggu, 27 Maret 2022, pukul 01.00 WIB. 

 

Setelah ditelusuri oleh pihak BCA, hilangnya uang Hebbie dikarenakan tindakan penarikan ATM dan transfer ke rekening lain di alamat Surabaya. Padahal, Hebbie beralamat di Bandung. Tentunya hal ini menyebabkan keresahan begitu besar, karena takut bahwa akan ada korban skimming lainnya yang mengalami hal sama. Skimming, atau duplikasi kartu nasabah, telah menjadi sebuah kejahatan baru di Indonesia. Pihak BCA pun menyarankan agar para nasabah melakukan beberapa macam upaya untuk menghindari diri dari tindakan skimming

Aktivitas Skimming Semakin Marak dan Merugikan Banyak Orang ( Sumber foto : detik )

Cara Kerja Skimming

 

Tentunya kejahatan aktivitas skimming semakin marak menjadi kekhawatiran dan ketakutan besar oleh para nasabah BCA maupun bank swasta atau negeri lainnya. Mengutip dari sumber Kompas.com, skimming, atau duplikat kartu nasabah, adalah jenis tindakan kriminal pencurian data. Untuk melancarkan aksi tersebut, biasanya pelaku membutuhkan alat khusus yang dinamakan dengan skimmer. Bentuk dari alat skimmer seperti mulut slot pada setiap macam kartu ATM. Ketika kartu ATM dimasukkan di alat tersebut, maka skimmer bisa membaca hingga merekam setiap data yang terjadi selama proses transaksi. 

 

Tidak berhenti di situ saja, biasanya alat skimmer juga disertai oleh spy camera. Alat itu berfungsi untuk merekam tangan korban yang sedang memasukkan kode PIN. Apabila setiap langkah selama proses melalui ATM terbaca, maka pelaku yang berhasil mendapatkan data anda akan di pindahkan ke kartu ATM bodong. Oleh karena itu, sangat sulit sekali menemukan ciri-ciri tindakan skimming pada berbagai macam ATM di seluruh wilayah Indonesia. Dengan mengetahui cara kerja dari tindakan kriminal yang satu ini, masyarakat pun diharapkan untuk tetap berhati-hati ketika melakukan transaksi melalui kartu ATM.

 

Cara Menghindari Skimming

 

Sementara itu, dibalik kasus yang dialami oleh Hebbie, Manajemen BCA memastikan bahwa pihaknya akan mengganti 100 persen uang nasabah yang hilang apabila tidak disebabkan oleh kesalahan nasabah. Meskipun begitu, penting sekali untuk tetap memperhatikan keamanan diri dari tindakan skimming. Karena, skimming cukup merugikan banyak orang, khususnya para korban. Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari skimming, adalah sebagai berikut:

 

  1. Memeriksa Alat Transaksi

Sesuai dengan ulasan yang kami jelaskan di poin atas, bahwasanya skimming adalah tindakan kejahatan yang disebabkan oleh sebuah alat skimmer dan sukar di deteksi oleh indera penglihatan. Namun, apabila anda menemukan sebuah alat mencurigakan di mesin ATM maupun pada area pindad ATM, disarankan untuk melapor ke nomor resmi bank BCA. Adapun nomor resmi BCA yang bisa di hubungi, adalah 1500-888. 

 

  1. Ganti PIN Secara Berkala

Upaya melancarkan skimming, adalah merekam tindakan tangan, termasuk menekan tombol pin ATM. Untuk mengantisipasi diri jadi korban skimming, disarankan untuk mengganti PIN secara berkala. Sebaiknya, ganti PIN tiga atau dua kali per minggunya. 

 

  1. Tutup Tangan Ketika Memasukkan PIN

Ketika sedang bertransaksi menggunakan ATM, sangat disarankan untuk menutup tangan ketika memasukkan PIN. Meskipun skimming adalah sebuah metode yang sulit dilihat oleh mata dan diprediksi, namun akan lebih baik apabila menerapkan langkah menutup tangan ketika memasukkan PIN. Langkah ini akan lebih efektif untuk meminimalisir aktivitas skimming semakin marak yang mengkhawatirkan. 

 

Baca Juga : Kebrutalan Gangster Semakin Marak, Kapolda Metro Datangi Lokasi Paling Rawan

Previous post Mari Simak Kelebihan Menarik OPPO A55 Ini Sekarang Juga!
Next post Kasus Pemerkosaan Pemandu Karaoke Terkuak, Pelaku Diduga Anggota Satpol PP!