oleh

Hati – hati, Marak Pencatutan Profesi Wartawan

-Metro-218 views

Pencatutan profesi wartawan kini mulai sering terjadi di kalangan masyarakat ketika Ingin memudahkan suatu urusan. Bagi segelintir oknum masyarakat, dengan mengaku sebagai wartawan dianggap akan lebih memudahkan segala macam urusannya tanpa mempertimbangkan segala konsekuensinya.

Hal serupa terjadi pula saat pengurusan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Kota Sorong, dimana seorang pria berinsial DM mendatangi Kantor Satgas Covid-19 Kota Sorong untuk membantu mengurus SIKM, namun saat dicercah pertanyaan oknum tersebut mengaku sebagai wartawan dan menunjukkan kartu organisasi pers yang sudah Kadaluarsa.

Wartawan Kantor Berita Antara Papua Barat, Ernes Kakisina sempat beradu argumen dengan DM dan mengatakan DM adalah wartawan Ilegal karena tidak dapat menunjukkan kartu persnya. Sementara DM merasa tersinggung dan menahan prinsip bahwa ia adalah wartawan legal dari organisasi pers.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sorong Raya, Lexy Sitanala mengungkapkan, profesi Wartawan saat ini terjadi kriminalisasi karena dengan mudah masyarakat membeli dan mencetak kartu pers dengan membawa profesi wartawan. Ia bahkan sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“DM adalah seorang masyarakat dengan latar belakang seorang buruh kasar,”ungkao Lexy.

Lexy berharap kepada Polri, BUMN, BUMD maupun mitra kerja wartawan, bilamana ada oknum wartawan yang mengatasnamakan diri dari beberapa organisasi pers, maka bisa melakukan pengecekan ke website Dewan Pers sehingga akan ada tertera nama organisasi yang dilegalkan Dewan Pers.

” Kalau merasa ada unsur pemerasan, penipuan dan sebagainya bisa melaporkan ke pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian,” tandasnya. (Juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed