oleh

Hasil Rapid Test Berbayar, Setor Rp 24 Juta

Pelayanan pemeriksaan rapid test di RSUD Kaimana, sebelumnya digratiskan namun kini masyarakat diwajibkan untuk membayar. Rapid test ­berbayar ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Kaimana, yang telah ­dikeluarkan serta telah disosialisasikan sebelum diterapkan. Dana hasil pemeriksaan rapid test awal, telah disetor ke Kas Daerah Kaimana, sebesar Rp 24 juta.
“Ia sekarang sudah berbayar Rp 125 ribu, harusnya digratiskan itu khusus bagi pasien. Nah sementara ini, kapal Pelni sudah masuk. Hampir 700 orang harus melakukan rapid,” jelas Direktris RSUD Kaimana dr. Joulanda Mentang, ketika dikonfirmasi di kantor DPRD Kaimana, Selasa (8/9).
Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kaimana ini mengakui, jika setelah diterapkan rapid test ­berbayar. Pihaknya telah menyetor ke Kas Daerah Kaimana sebesar Rp 24 Juta.
“Untuk hari pertama sudah kami setor ke Kas Daerah sebesar 24 juta rupiah,” ujar Joulanda.
Sementara itu ditemui terpisah, salah satu calon penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Fakfak menggunakan kapal laut, mengakui jika saat melakukan rapid tes di RSUD dibebankan biaya.
“Sa (saya,red) tadi sudah ambil hasil rapid, memang bayar Rp 125 ribu. Di ­Kaimana masih lebih murah, jika dibandingkan dengan daerah lain,” jelas Nining salah seorang calon penumpang, kepada Radar Sorong di Kaimana. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed