oleh

Hasil CPNS Diduga Dirubah,GMAAP Lakukan Aksi Protes

-Kaimana-93 views

KAIMANA – Puluhan orang yang menamakan diri Gerakan Musyawarah Anak Adat Papua (GMAAP) Kaimana, Senin (8/3) melakukan aksi protes atas dugaan bocor dan dirubahnya draf hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 sebelum diumumkan, pada Jumat 5 Maret 2021 lalu.

Aksi dimulai dengan melakukan long march dari kantor Dewan Adat Kaimana di Jalan Casuarina, sekitar pukul 10.00 WIT menuju ke kantor BKPSDM Kaimana di jalan Sapta Taruna dengan mendapat pengawalan personel Polres Kaimana.

Setelah tiba di dekat kantor BKPSDM Kaimana, massa dihalau petugas keamanan karena disaat bersamaan di kantor BKPSDM sementara berlangsung proses administrasi terhadap CPNS yang dinyatakan lulus. Massa kemudian meminta kehadiran Plt kepala BKPSDM Kaimana untuk berdialog dengan mereka.

Petugas keamanan memfasilitasi atas tuntutan massa tersebut. Tidak menunggu lama Wakil Bupati dan Sekda Kaimana, sementara menghadiri proses administrasi terhadap CPNS yang dinyatakan lulus ikut hadir bersama Plt kepala BKPSDM Kaimana guna menemui massa pendemo.

Dalam orasinya koordinator pendemo menegaskan, jika sebelum dilakukan pengumuman hasil seleksi CPNS Kaimana formasi tahun 2018 lalu, telah beredar luas di masyarakat draf hasil CPNS. Dalam draf tersebut, tercantum sejumlah nama. Namun pada kenyataannya setelah diumumkan nama-nama tersebut tidak lagi dinyatakan lulus seleksi CPNS.

Selain mempertanyakan tentang draf, pendemo juga mempertanyakan tentang kuota 80:20 persen pada seleksi CPNS formasi 2018. Apakah sudah diakomodir 80 persen untuk keterwakilan Orang Asli Papua (OAP).  “Sebagai kepala kepegawaian (BKPSDM,red) harus mempertanggung jawabkan perbedaan draf pertama dan kedua kenapa hal ini harus terjadi,” tegas koordinator aksi, Candra Furima.

Setelah mendengar apa yang menjadi tuntutan para pendemo terkait dugaan bocor serta dirubahnya, hasil seleksi CPNS formasi 2018 yang sebelum diumumkan. Plt kepala BKPSDM Kaimana meminta para pendemo untuk menunjukkan dokumen yang diduga bocor tersebut.  “Saya meminta draf yang pertama. Agar supaya saya bisa menjelaskan tentang draf pengumuman hasil seleksi CPNS yang baru diumumkan,” tegas Olivia Ansanay Plt kepala BKPSDM Kaimana kepada para pendemo.

Olivia juga meminta kepada pendemo untuk menyebutkan pihak yang telah menyebar luaskan draf hasil seleksi CPNS tahun 2018 lalu. Karena menurutnya draf tersebut hilang karena dicuri saat beradar di kantor BKPSDM.  “Data itu belum sah, karena belum ada tandatangan Bupati supaya bapak dan ibu tahu. Kalau mau Tanya soal kuota 80:20, ketika kami tempel hasil pengumuman, dewan adat Kaimana telah menyatakan terima kasih ke kami karena telah mengakomofir kuota 80:20 persen,” tegas Olivia.  “Saya tidak punya kewenangan untuk menentukan saudara-saudara lulus atau tidak. Karena saya hanya juru ketik terkait hasil tersebut, saya bukan pengambil keputusan,” lanjutnya. 

Setelah melakukan perdebatan panjang, dan tidak menemukan solusi atas tuntutan mereka massa memutuskan untuk melanjutkan aksinya di kantor DPRD Kaimana. Setiba di kantor DPRD Kaimana, massa kembali melakukan orasi sebelum akhirnya diterima oleh ketua DPRD Kaimana Irsan Lie.

Setelah menunggu beberapa saat massa pendemo akhirnya diterima oleh ketua DPRD Kaimana Irsan Lie, Wakil Bupati Kaimana Ismael Sirfefa, Sekda Kaimana Luther Rumpumbo dan Plt kepala BKPSDM Kaimana Olivia Ansanay selanjutnya melakukan pertemuan di ruang rapat kantor DPRD Kaimana.

Rapat yang berlansung kurang lebih 3 jam lamanya ini, hingga selesai pukul 16.30 WIT tidak mendapatkan jawaban pasti atas tuntutan pendemo. Sehingga pendemo mengancam akan melakukan pemalangan terhadap kantor BKPSDM Kaimana sampai tuntutan mereka diterima. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed