oleh

Hasil CPNS 2018 Tak Diumumkan Serentak

MANOKWARI – Hasil seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) formasi 2018 tak bisa diumumkan secara serentak, Kamis (30/7), karena ada ­beberapa kabupaten/kota belum siap. Bahkan ada daerah yang meminta agar kembali dilakukan pem­bicaraan dengan Kemenpan dan BKB (Badan Kepegawaian Negari) untuk penambahan formasi.

Hal ini terangkum dalam rapat virtual Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dengan ­para bupati/walikota, Rabu (29/7) di Swiss-belhotel Manokwari. Rapat virtual baru berlangsung sekitar 30 menit, tiba-tiba terhenti karena terjadi gempa tektonik 4,6 SR mengguncang Manokwari. Sejumlah wartawan men­coba mengkonfirmasi ke Gubernur namun belum mau memberikan keterangan lantaran rapat virtual terputus.

Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Papua Barat, Drs. Yustus Meidodga mengatakan, rapat secara virtual gubernur dengan para bupati/walikota terhenti karena gempa dan belum ada kesimpulan. “Baru mau mulai diskusi-diskusi terjadilah gempa. Semua takut jadi keluar ruangan dan pulang,” ujar Kepala BKD kepada wartawan, Rabu (29/7/).

Yustus mengakui ada kabupaten/kota yang belum siap, namun kabupaten lainnya tetap mengumumkan sesuai kesempatan sebelumnya 30 Juli 2020. “Bagi yang sudah silakan jalan (umumkan). Dari hasil rapat tadi Kaimana mungkin belum siap. Bupati Kaimana masih akan berjuang, besok (Kamis) mau berangkat ke Jakarta,” tandasnya.

Beberapa kabupaten di wilayah Manokwari Raya lanjut Yustus sudah siap mengumumkan hasil tes seleksi CPBS 2018, Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak. Hasil akan diumumkan lewat media massa ataupun ditempel di lokasi-lokasi  yang ditentukan. “Masing-masing kabupaten akan umumkan lewat media massa, lewat website atau di tempat di kantor-kantor. Manokwari dan Manokwari Selatan sudah siap, Pegunungan Arfak lebih siap lagi. Kita sudah komunikasi dengan kabupaten/kota,” ujarnya.

Provinsi Papua Barat juga sudah siap mengumumkan. Hanya saja formasi CPNS 2018 lebih mudah karena hanya dikhususkan bagi pegawai honorer. Formasi CPNS 2018 Pro­vinsi Papua Barat sebanyak 771 orang, dan 512 P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). “Jadi formasi CPNS 2018 Pro­vinsi Papua Barat itu khusus untuk honorer, semua sudah diterima. Honorer berusia di bawah 35 tahun jadi CPNS, sedangkan di atas usia 35 tahun jadi P3K. Mereka itu tinggal pemberkasan,” jelasnya.

Kepala BKD mengharapkan kepada peserta tes yang belum berhasil untuk bersabar tidak melakukan tindakan anarkis. Pemprov PB dan kabupaten/kota akan kembali membuka pendaftaran CPNS formasi 2019 pada September mendatang. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mempersiapkan pengamanan. Sudah sering terjadi, ketika hasil seleksi ­CPNS diumumkan pasti terjadi gejolak protes.

Sementara itu, Sekda Kai­mana Rita Teurupun, kepada Wartawan di Kantor DPRD Kaimana, ­Rabu (29/7) mengatakan, berdasarkan hasil video conference dengan Gubernur Papua Barat bersama bupati se-Papua Barat, diputuskan hasil CPNS formasi 2018 tidak dapat diumumkan karena beberapa kabupaten di Papua Barat termasuk Kai­mana masih direvisi data faktualnya.  “Kami sudah selesai vidcom dengan Gubernur Papua Barat, ada beberapa masukan dari para bupati termasuk Bupati Kaimana terkait dengan hasil yang sudah disepakati, akan tetapi Menpan tidak mau menerima apa yang kita usulkan,” kata Rita Teurupun.

Rita mengatakan, untuk membicarakan persoalan ter­tundanya pengumuman CPNS tahun 2018, Gubernur Papua Barat mengundang para bupati termasuk Bupati Kaimana ke Manokwari untuk melakukan pertemuan. “Hari Senin seluruh kepala daerah diundang ke provinsi untuk membicaran hal tersebut, sehingga hari Kamis besok (Hari ini,red) tidak jadi diumumkan hasil CPNS-nya,” kata Rita. (lm/fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed