oleh

Hargai Pengorbanan Perawat

-Metro-79 views

Sorong – Meninggalnya salah satu perawat berini￾sial RT yang bekerja disalah satu puskesmas di Kota Sorong belum lama ini diduga akibat Covid-19, telah mendapat simpati duka mendalam dari Persatuan Perawat Nasional Seluruh Indonesia (PPNI) selaku induk organisasi profesi perawat se tanah air. Ketua DPD PPNI Provinsi Papua Barat, Dr. Naomi N. Howay, S.KM,M.Kes pun me￾nyampaikan turut berbelang￾sungkawa yang mendalam kepada anggotannya yang gugur akibat terserang Covid-19 tersebut.

Berkaca dari musibah duka ini, Ketua DPD-PPNI, Na￾omi Howay melalui sambung￾an telepon seluler (17/7) berharap, kepada masyarakat supaya menghargai setiap pengorbanan yang sudah di￾kerjakan para perawat, dokter, bidan maupun sukarelawaan. Dijelaksannya bahwa, tidak akan ada korban baik perawat maupun dokter yang jatuh korban lalau masyarakatnya hidup tertib, menjaga proto￾kol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tim satgas covid-19 maupun sukarelawan.

“Masyarakat harus meng￾hargai pengorbanan petugas kesehatan ini, jangan meng￾anggap remeh bahwa Covid-19 ini tidak ada, di rumahsakit￾rumah sakit baik di Kota Sorong, Kabupaten Sorong bahkan kabupaten lain sudah penuh dengan pasien-pasien covid-19. Ini bukti nyata yang ada didepan kita bahwa, covid-19 ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Rubahlah kebiasaan dan pe￾rilaku hidup kita agar hidup tertib, jaga diri dengan me￾nerapkan protokol kesehatan agar tidak menjadi penyebab bencana covid-19 bagi orang lain,”terangnya.

Sebagai ketua organisasi yang bertanggungjawab lang￾sung melindungi dan me￾naungi perawat dalam melaks￾anakan tugas profesinya se￾bagai perawat, pihaknya mengaku kesal dan kecewa terhadap kebiasaan dan pe￾rilaku masyarakat yang meng￾gap remeh bencana Covid-19.

“Kami merasa kesal, kecewa karena apa yang dikerjakan oleh kami perawat ini tidak dianggap, padahal ini sudah benar-benar ada korban ny￾awa,” tukasnya sembari me￾nambahkan bahwa, pihaknya mengapresiasi upaya upaya pemerintah yang telah meng￾ambil langkah penyekatan untuk mengurangi laju peny￾ebaran covid-19.

Terkait salah satu rekan anggota perawat di salah satu puskesmas di Kota Sorong yang diduga meninggal akibat Covid-19, pihaknya juga telahmelaporkannya ke DPP-PPNI untuk mendapat santunan, namun karena yang bersang￾kutan belum memiliki monor registrasi perawat (NIRA), sehingga pihaknya (DPD-PP￾NI) mengambil langkah untuk memberikan bantuan seada￾nya kepada keluarga.(ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed