oleh

Harga Emas Bergejolak

-Ekonomi-202 views

SORONG – Sudah bukan rahasia lagi, emas adalah jenis logam mulia yang paling digemari masyarakat baik untuk investasi maupun digunakan sehari-hari. Investasi emas dianggap aman atau risk free bagi orang awam yang ingin berinvestasi tetapi tidak mau mengambil resiko.
Diketahui bersama pergerakan harga emas sangatlah dinamis. Secara umum pun harga emas selalu naik. Saat awal virus corona merebak, harga emas sudah di angka Rp 700.000 per gramnya. Namun penelusuran Radar Sorong, Minggu (5/7) di sejumlah toko emas di Pasar Sentral Remu harga emas sudah melambung di angka Rp 725.000 per gram.
Haji Irman, pemilik salah satu toko emas di pasar mengaku harga emas sudah naik sejak seminggu terakhir.
”Sudah sekitar satu Minggu lebih, hampir dua minggu ini memang ­harga emas naik lagi. Sebelum ada ­Corona kan masih Rp 650.000, pas awal ­Corona naik Rp 700.000, sekarang naik lagi Rp 725.000,” ungkapnya.
Menurut analisanya, jika corona tak segera usai diperkirakan harga emas akan semakin melaju.
”Saya pikir sih kalo semisal Corona ini belum selesai, besok-besok harga emas bisa jadi naik terus. Apalagi emas itu kalau sudah naik, susah dia mau turun harganya,” kata Irman.
Diakuinya, sejak harga emas melambung, penjualan emas di tokonya sedikit mengalami peningkatan. Hal ini juga berbanding lurus dengan pembeliannya.
”Ya agak lumayan sih pendapatan. Mungkin karena banyak orang juga berpikir harga emas makin tinggi, bisa jadi tahun depan lebih mahal lagi, makanya banyak yang beli dari sekarang. Hitunglah untuk investasi. Selain itu, banyak juga orang yang jual perhiasan emasnya ke toko kita. Rata-rata mereka yang jual emas itu belinya sudah sejak lama, sekitar 2-5 tahun yang lalu. Karena dipikir sekarang harga emas lagi mahal, kalau mereka jual kan sudah ada keuntungan buat mereka,”tandasnya
Dikatakan Irman, tokonya menyediakan emas perhiasan 22 karat dan emas perhiasan 23 karat. Namun, kata dia, masyakarat di Kota Sorong lebih cenderung memiliki emas perhiasan 23 karat.
”Rata-rata di toko emas untuk perhiasan adalah emas 22 dan 23. Disini juga sama,cuma memang orang biasa lebih senang emas 23. Karena kalau diperkatikan emas 23 lebih warnanya lebih kuning dan lebih berkilau,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun Radar Sorong, sejak awal pandemi harga emas memang tak stabil. Dari harga Rp 700.000 per gram, harga emas sempat turun menjadi Rp 670.000 per gramnya. Kemudian melonjak menjadi Rp 725.000 per gramnya yang masih bertahan hingga saat ini. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed