oleh

Harga Bawang Merah Kembali Stabil

-Ekonomi-106 views

SORONG – Harga bawang merah yang sempat melambung di angka Rp 120.000/kg sejak awal pandemi lalu, kini kembali stabil di angka Rp 50.000/kg. Stabinya harga bawang merah saat ini dikarenakan cukupnya suplai bawang merah dari berbagai daerah.
Sujimin, salah seorang pedagang komoditi bumbu dapur di Pasar Sentral Remu mengungkapkan,harga bawang merah kembali stabil sejak 3 hari yang lalu.
”Belum lama kok, baru sekitar 3 harian ini harganya stabil. Sebelumnya kan masih Rp 65.000/kg. Sekarang ini termasuk stabil, memang rata-rata bawang merah harganya segitu,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan, Sabtu (4/7).
Pantauan Radar Sorong, ada dua jenis bawang merah yang kini banyak diperjualbelikan di Pasar Sentral Remu, yakni bawang merah dari Enrekang dan bawang merah dari Probolinggo. Dengan kualitas yang tak jauh berbeda, harga bawang merah Enrekang lebih murah dibandingkan dengan bawang merah Probolinggo.
Bawang merah Enrekang dijual dengan harga Rp 45.000 hingga Rp 50.000/kg tergantung dari ukurannya. Sedangkan harga bawang merah Probolinggo agak sedikit lebih mahal, yakni Rp 55.000/kg.
Dikatakan Jimin, panggilan akrabnya, bawang merah Enrekang masih paling diminati. Sementara bawang merah Probolinggo lebih sedikit peminatnya.
”Bawang merah dari Sulawesi lebih laris daripada yang ­dari Probolinggo. Karena harganya kan lebih murah yang dari Sulawesi, dari Enrekang. Saya jual bawang merah Enrekang Rp 50.000, yang bawang Probolinggo Rp 55.000/kg. Perbandingannya sekitar 1:3 lah, kalau sehari bawang Probolinggo laku 31 kilo, berarti bawang Enrekang laku 3 kilo, seperti itu,” jelasnya.
Diakuinya, sejak harga bawang merah stabil penjualannya tak melonjak jauh, bahkan tak ada pembeli yang sampai memborong dagangannya.
”Penjualan stabil mbak, ya agak naik lah sedikit. Tapi tidak sampai melonjak. Lagian pembeli juga tidak ada yang sampai memborong. Karena kan memang sekarang stok mencukupi kok. Malah saya mengimbau masyarakat terutama ibu-ibu juga tidak usah kaget lah. Jangan karena harga sekarang stabil jadi diborong, karena nanti kalau tiba-tiba langka, stok tipis, pedagang malah jadi kuwalahan juga,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed