oleh

Hamili Bunga, Bokir Dijebloskan Penjara

-Metro-46 views

SORONG-Remaja berusia  18 tahun Bokir (nama samaran)  didakwa dengan ancaman pidana pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan Anak lantaran melakukan hubungan badan dengan Bunga (nama samaran) 16 tahun. Dakwaan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) Katrina Dimara, SH saat sidang  virtual  tertutup yang dipimpin oleh Majelis Hakim, Muslim Sidik, Rabu (17/2) di Pengadilan Negeri Sorong. 

Dakwaan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan, dimana didapati selaput dara tidak utuh, terdapat robekkan lama dan tidak terdapat pendarahan serta Bunga sedang mengandung (hamil) 8 minggu. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dalam surat Dakwaannya, JPU Katrina Dimara menjelaskan bahwa  Bokir dan Bunga awalnya menjalin  hubungan kekasih (pacaran) sejak bulan November tahun 2019. Sehingga kejadian tersebut berawal pada Kamis 20 Agustus 2020 sekitar pukul.10.40 WIT saat Bunga mendatangi rumah Bokir di Aimas Kabupaten Sorong. Bunga  bahkan sempat bersalaman dan berbincang-bincang dengan Ibu, Oma dan keluarga Bokir. Selanjutnya, Bunga beristirahat bersama Bokir di kamar Bokir. 

Saat berada di dalam kamar, Bokir mengajak Bunga untuk berhubungan badan dan Bunga pun menyetujui keinginan Bokir kemudian kedua sejoli tersebut melakukan hubungan terlarang sebelum pernikahan ini. Bokir bahkan mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu atau hamil dan Bokir akan menikahi Bunga.

“Kemudian keduanya beristirahat, beberapa saat kemudian Bokir kembali mengulangi perbuatan mesumnya dan sambil berkata akan menikahi Bunga jika Bunga hamil,”jelasnya dalam Surat Dakwaan.

Usai melakukan persetubuhan yang kedua kalinya, akhirnya Bunga pun berpamitan pulang kepada Oma dan Ibu Bokir. Setelah kejadian tersebut, Bunga tidak mendapatkan Haid selama dua bulan lamanya, kemudian atas inisiatifnya sendiri, Bunga  pun membeli tespek lalu melakukan tes terhadap air kencingnya dan hasilnya pun positif.

Bunga kemudian  bertemu dengan Bokir dan menceritakan bahwa ia telah hamil. Selanjutnya, 12 Oktober 2020 pukul 20.00 WIT keluarga Bokir mendatangi keluarga Bunga  (korban) untuk membicarakan hal yang dialami Bokir dan Bunga, namun saat itu nenek Bunga tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib untuk diselesaikan secara hukum.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed