oleh

Hadirkan Aplikasi “Indah Dara”

-Metro-212 views

SORONG – Untuk menunjang kinerja BPKAD, Sistem Integritas Data Aset Daerah yaitu Aplikasi “Indah Dara” hadir dan diterapkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong.
Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan aset daerah sangat penting. Aset sangat menentukan opini. Aset di suatu daeah itu ada dua yaitu aset bergerak dan aset tidak bergerak, seperti gedung tanah dan kendaraan merupakan aset suatu daerah yang harus dicatat secara baik. Membutuhkan orang yang memiliki kemampuan bagaimana membelanjakan barang, mencatat barang dan bagaimana mendistribusikan barang kepada para konsumen. Sehingga system yang ada ini agar barang tidak hilang.

“Jadi aset ini butuh orang yang tenang dan teliti mencatat aset ini baik mengikuti aset ada dimana, kalau tidak nanti bingung. Sistem ini sudah bagus supaya barang ini bisa terhubung ke semua yang mengelola barang, baik di pimpinan OPD maupun BPKAD sebagai unit pengelola barang. Aset kalau tidak dicatat secara baik maka akan berpengaruh pada opini. Pengelolaan barang, pengelolaan uang, ada barang, ada uang pasti terhubung.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Jadi kedua ini sangat penting terhadap siklus pengadaan barang dan pengelolaan ­keuangan,”jelasnya usai melaunching aplikasi tersebut di Samu Siret Kantor Wali Kota Sorong, Rabu (2/12).
Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Sorong, Erna Rarbab,SE mengatakan Aplikasi Integrasi Data Aset Perangkat Daerah “Indah Dara” Kota Sorong hadir dengan tujuan untuk memudahkan kinerja dalam pencatatan data karena sebelumnya menggunakan aplikasi Simda BMD Kota Sorong dari BPKP terkadang di akhir permasalahan ada saja yang kurang dan setelah itu BPK meminta membuat kembali dengan menggunakan Excel.
“Mempermudah pencatatan data aset, sebelumnya kita ada sistem tapi terkadang sistem tersebut di-upgrade dan terkadang gangguan sehingga BPK meminta kita bikin pencatatan data melalui Excel. Bayangkan ada 44 OPD disuruh bikin Excel ditambah dengan 10 Puskesmas pengelola barang sehingga mereka sering mengeluh dan menanyakan mengapa telah di input, kemudian disuruh membuat kembali pencatatannya karena hal tersebut aplikasi Indah Dara hadir, jadi mereka tinggal buka di masing-masing saja,” katanya.

Lanjutnya, Ketika mengikuti pelatihan administrator di Makassar disuruh bikin perubahan di masing-masing bidang sehingga Erna membuat aksi perubahan ini. Yaitu aplikasi “Indah Dara” untuk mempermudah ketika BPK datang periksa pencatatan data.
“Aplikasi ini juga termasuk di website BPKAD Kota Sorong. Jadi bendahara barang bisa input di masing-masing dinas tanpa harus ke BPKAD Kota Sorong,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed