oleh

Hadapi Nataru, Pelni Siapkan 9 Armada

-Metro-206 views

SORONG– PT Pelni menjelang Natal  dan Tahun Baru 2021 (Nataru) telah menyiapkan 9 armada kapal Pelni untuk melayani penumpang yang akan berangkat merayakan liburan Natal dan Tahun Baru di daerah asal. Kemudian melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadi penyebaran virus corona atau covid-19.

Dari pantauan Radar Sorong, Selasa (15/12/2020) terlihat belum terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Pelni Sorong, salah satunya pada penumpang KM Tidar dari Kaimana yang turun di pelabuhan Sorong dan akan mengangkut penumpang yang akan menuju Manokwari dan kota lainnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Kepala Cabang Pelni Sorong, M Lutfi Israr Sutan, menyebutkan, menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, PT Pelni menyiapkan 9 armada Kapal Pelni yang telah beroperasi melayani penumpang yang berangkat dari Sorong dan menuju ke beberapa daerah tujuan. Dari 9 kapal tersebut, memiliki kapasitas untuk mengangkut penumpang dari 500 orang hingga 3000 penumpang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini PT Pelni tidak menambahkan armada kapal karena dinilai penumpang tidak begitu membludak karena dalam masa pandemi covid-19, namun hanya penambahan frekuensi.

“Dalam menghadapi masa-masa pandemi Covid-19 ini, Pelni sudah mengoperasikan 9 unit kapal. Sudah beroperasi semua dari yang tadinya banyak yang tidak masuk di sini, sehingga sekarang sudah dioperasikan dengan dilakukan Uji Petik Kapal dari Dirjen Perhubungan Laut yang dilakukan oleh KSOP. Kita tidak ada tambahan kapal hanya penambahan frekuensi, karena pada tahun lalu terjadi lonjakan hanya ke Sorong-Ambon dan Sorong-Bitung jadi ada beberapa kapal biasanya dalam seminggu hanya satu kali namun sekarang menjadi dua kali dalam seminggu, seperti kapal KM Tidar,” jelasnya.

Lanjutnya, pada tahun ini lonjakan penumpang tidak terlalu signifikan dan bisa terlayani semua penumpangnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya terjadi lonjakan sehingga ada dispensasi hingga 80% yang ada menambahkan armada dan extra bed. Sementara pada tahun ini terjadi penurunan penumpang yang mudik sebanyak 25% hingga 50%.

“Apalagi kita masih menghadapi masa pandemic covid-19 yang belum berakhir. Adapun Pelni masih membatasi jumlah penumpang, maksudnya tidak 100% kuota memenuhi kapal dengan tujuan untuk tetap menaati protokpol kesehatan yaitu physical distancing menjaga tidak penumpang nantinya di atas kapal maupun di darat tidak berdempetan,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa Pelni telah mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal dan membatasi interaksi antara petugas dengan penumpang, serta mengatur protokol jaga jarak antar penumpang baik itu pada proses embarkasi, nomor bed, saat pengambilan makan, hingga proses debarkasi (penurunan penumpang).

“Di atas Kapal Pelni sering melakukan penyemprotan disenfektan, untuk pelayanan makan disiapkan per deck sehingga penumpang akan mengambil sendiri dengan adanya pengawasan dari petugas. Kemudian diharapkan kepada masyarakat yang akan melakukan keberangkatan harus membeli tiket dari jauh-jauh hari karena jadwal keberangkatan kapal Pelni sudah di publikasikan jauh-jauh hari. Penumpang yang mau berangkat harus patuhi protokol kesehatan dengan syarat penumpang harus memiliki surat kesehatan dan rapid test untuk mendapatkan tiket karena nantinya akan diperiksa,” tuturnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed