oleh

Gustu Kotsor Temukan 3 Kasus Pelaku Perjalanan

-Metro-123 views

SORONG-Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Sorong (Kotsor) mendapati 3 kasus pelaku perjalanan dengan menggunakan KM Labobar ke Kota Sorong. Tiga Kasus tersebut diantaranya, 1 kasus pemalsuan surat izin masuk dan dua kasus tidak adanya izin masuk. Hal tersebut, diungkapkan Sekertaris Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone kepada awak media usai melakukan pengawasan terhadap para pelaku perjalanan dengan KM Labobar dari Ternate, Maluku Utara, Sabtu (4/7).

Dirinya menjelaskan,  pihaknya melakukan pengawasan terhadap para penumpang KM Labobar dari Ternate, Maluku Utara yang masuk ke Kota Sorong. Dalam pengawasan tersebut, ditemukan 3 kasus diantaranya, kasus pemalsuan Surat Izin masuk Kota Sorong dan dua kasus tidak memiliki surat izin masuk Kota Sorong.

“Untuk kasus pemalsuan izin masuk yang dilakukan oknum pelaku perjalanan ini. Sanksi yang kami berikan yakni kembali ke kapal dan membayar sendiri tiket perjalanan ke Manokwari dan selanjutnya dia urus sendiri keperluannya di sana,”jelasnya, kemarin.

Sementara itu, dua kasus tidak memiliki izin masuk Kota Sorong, tambah Herlin satu diantaranya dikembalikan ke kapal dan melakukan perjalanan ke Manokwari. Kemudian, 1 kasus serupa , yang mana keduanya mahasiswa dari Manado yang juga masuk ke Kota Sorong tanpa izin masuk tidak di kembalikan ke kapal namun dijadikan pekerja sosial di Diklat Kampung Salak selama 7 hari.

“Dua mahasiswa ini tidak dikembalikan, berdasarkan pertimbangan keberatan dari orang tua, faktor kesehatan dan usia maka kami pertimbangkan. Mereka akan melakukan pekerjaan sosial di Diklat Kampung Salak mulai Senin (6/7) mulai pukul 07-00 hingga 17.00 WIT,” ungkapnya.

Melihat kasus pemalsuan dokumen izin masuk yang sudah terjadi berulang kali. Herlin berharap agar para pelaku perjalanan dengan Kapal Laut untuk tetap menggurus surat izin masuk, apabila  tidak dapat mengurus secara langsung bisa meminta bantuan  keluarga untuk mengurus. Sebab, proses pengurusan surat izin masuk Kota Sorong ini tidak berbayar dan tidak dipersulit.

“Kami proses surat izin masuk selama memenuhi kriteria dan ketentuan di Kota Sorong, apabila sudah memenuhi izin, jelas bisa masuk Kota Sorong. Kami sayangkan jika masih ada pelaku perjalanan yang memalsukan dokumen,”tegasnya.

Hal ini, tambah Herlin, akan menjadi catatan untuk tim Gustu Covid-19 Kota Sorong sebab pemalsuan dokemen ini sudah yang kedua kalinya. Apabila didapati lagi, maka akan dilakukan proses hukum.

“Untuk mahasiswa dua orang itu tidak memiliki izin masuk, memang memiliki surat domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan. Tapi kita tahu bahwa, untuk masuk ke Kota Sorong bukan hanya surat domisili tapi persyaratan utamanya yakni izin masuk, kedua hasil rapid test non reaktif,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed