oleh

Guru Kontrak SLB 5 Bulan tak Gajian

-Metro-272 views

AIMAS– Sebanyak 5 orang guru kontrak di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Sorong mengaku belum memperoleh upah kerja selama 5 bulan, terhitung sejak Januari hingga Mei 2020.

“Dari Januari kami masih menunggu yang dari provinsi,”ucap salah seorang guru kontrak SLB N Kabupaten Sorong, Elvira Parera,S.M saat ditemui Radar Sorong, Selasa (5/5).

Dijelaskan Elvi sapaan akrabnya, SLB Negeri Kabupaten Sorong memiliki 8 orang guru, 3 diantaranya merupakan guru honorer yang menurutnya telah memperoleh upah yang diberikan oleh pihak sekolah dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). “Kalau teman yang 3 orang ini sudah terima dari dana bos, tapi itu baru sampai bulan Februari saja,” terangnya. 

Hingga saat ini, Elvi dan keempat guru lainnya, masih belum memperoleh kejelasan dari Provinsi Papua Barat terkait pemberian upah tersebut. Sementara dijelaskannya, selama ini tidak diberlakukan libur, melainkan kerja di rumah. 

“Kami mulai diberlakukan kerja di rumah itu, 19 Maret 2020, sampai sekarang kami juga masih kerja untuk tugas dan administrasi, tapi kami belum serahkan tugas-tugas kami ini karena kami belum dibayarkan,” tegasnya. 

Elvi sendiri bersama dengan salah seorang guru justru tidak bekerja di rumah, melainkan 24 jam berada di Asrama yang berada tepat dibelakang sekolah. Hal tersebut dilakukan, mengingat masih terdapat 6 orang siswa yang memilih bertahan di Asrama. “Kami juga tidak pulang, karena kasihan mereka yang ada di sini,” bebernya.

Upah yang diterima untuk guru kontrak sendiri, dijelaskan Elvi sebesar Rp 2,3 juta, sementara guru honorer yang berasal dari dana bos dihitung berdasarkan jam kerja. “Kalau yang dialihkan ke dana BOS, itu hitungan upahnya berdasarkan per jam kerja,” ungkapnya. (nam) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed