oleh

Gugur, Puluhan Casis Datangi MRP-DPR PB

Ketua DPR PB Curigai Ada Permainan dan Titipan

MANOKWARI – Langkahnya terhenti di tahap pemeriksaan kesehatan 2 pada seleksi calon bintara Polri afirmasi otonomi khusus (Otsus) di Polda Papua Barat, puluhan peserta mendatangi kantor MRP Provinsi Papua Barat dan DPR PB, Kamis (17/6).  Para putra-putri orang asli Papua ini meminta dukungan MRP PB dan DPR PB agar membantu memperjuangkan nasib mereka agar bisa ikut ke tahap seleksi berikutnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Di MRP PB, Casis tidak datang sendiri, melainkan ditemani orang tua. Anggota MRP PB, Ismail Watora menerima para Casis dan orang tua. Sejumlah keluhan disampaikan mengapa gugur dalam tahap pemeriksaan kesehatan. Ada peserta yang mengaku merasa sehat dan telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai pembanding. “Saya dibilang sakit jantung, tetapi saya periksa secara mandiri jatung saya tidak ada masalah,” ujar seorang peserta seleksi Polwan.

Ada juga Casis yang mengaku digugurkan karena menderita penyakit hepatisis, tetapi setelah melakukan pemeriksaan secara mandiri tak ada hepatitis. “Jadi saya pertanyakan kebenaran hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan panitia seleksi di Polda. Selama ini saya merasa sehat-sehat,’’ ujar salah satu Casis.

Anggota MRP PB, Ismail Watora kemudian meminta para Casis untuk mengumpulkan bukti hasil pemeriksaan kesehatan secara mandiri. Dia akan segera berkoordinasi dengan Polda Papua Barat agar dapat dilakukan pemeriksaan ulang. 

Ismail Watora mengakui masalah kesehatan merupakan hal fundamental pada seleksi anggota Polri maupun TNI. Lembaga apapun tak bisa mengintervensi panitia bila memang kondisi kesehatan Casis tak memungkinkan karena bisa berakibat fatal ketika mengikuti pendidikan nanti.

“Untuk hasil pemeriksaan kesehatan ini, kami (MRP PB) tidak 100% mengintervensi. Tetapi ada pengecualian, bila ada adik-adik yang melakukan tes kesehatan secara mandiri dan hasilnya negative, maka kita bisa meminta klarifikasi ke pihak Polda, apakah benar-benar positif dan apa  indikatornya,” tandasnya.

Usai menyampaikan keluh kesah di MRP PB, para Casis kemudian bertemu pimpinan DPR PB.  Para Casis menyambangi pimpinan DPR PB  yang berada di Aston Niu Hotel sedang menggelar rapat membahas rancangan revisi UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua.

Ketua DPR PB Orgenes Wonggor didampingi dua wakil ketua, Ranley Mansawan dan H Saleh Siknun,SE serta Ketua Fraksi Otsus Goerge Dedaida, menerima para Casis di halaman parkir Aston Niu Hotel. Ketua DPR PB dan wakil ketua secara tegas menyatakan, pihaknya akan segera mengundang pihak Polda Papua Barat untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan seleksi calon bintara Polri afirmasi Otsus. Orgenes mengatakan, banyak putra-putri asli Papua  yang gugur padahal seleksi ini menggunakan dana Otsus.

Orgenes mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa dalam seleksi calon Bintara Polri afirmasi Otsus ini ada titipan. “Kami akan minta penjelasan dari pihak Polda, jangan sampai ada permainan, ada titipan di situ (seleksi calon Bintara afirmasi Otsus). Saya sudah dapat informasi itu. Kita akan panggil dari Polda untuk meminta penjelasan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Saleh Siknun. Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, DPR PB merencanakan melakukan pertemuan internal terkait pemasalahan seleksi calon bintara afirmasi Otsus. “Kami butuh data terkait dengan kondisi kesehatan Casis. Kegiatan ini menggunakan dana Otsus, maka harus diprioritaskan bagi anak-anak Papua,” ujarnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed