oleh

Gubernur Perpanjang PPKM, Aturan Dilonggarkan

Penularan Covid-19 Tertinggi di Lingkungan Keluarga

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di Papua Barat diberlakukan 3 level yakni Level 4 di Kota Sorong; Level 3 di Manokwari, Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong, Fakfak, Kaimana Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan, Bintuni, Teluk Wondama dan Tambrauw, dan Level 2 di Maybrat dan Pegunungan Arfak.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir,S.Sos mengatakan, perpanjangan PPKM untuk ketiga kalinya ini akan berlaku terhitung 3-9 Agustus 2021. “Ini kita sedang persiapan draf Instruksi Gubernur perpanjangan PPKM, malam sudah ditandangani Bapak Gubernur, sehingga mulai berlaku sejak 3 Agustus sampai 9 Agustus,” jelas Ampnir via telepon selulernya, Selasa (3/8).

Sama seperti sebelumnya, pemberlakukan PPKM ini akan lebih dilonggarkan. Aktivitas perekonomian yang pada PPKM Darurat harus ditutup jam 20.00 WIT, maka di masa perpanjangan PPKM ini toko-toko, warung, kios dan usaha lainnya bisa buka sampai pukul 21.00 WIT. 

Derek Ampnir mengatakan, dalam implementasi pengawasan PPKM, Satgas akan lebih mengedepankan persuasif atau simpatik. Memberi pemahaman kepada masyarakat dan pelaku  usaha agar lebih mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menghindari kerumunan supaya terhindari dari Covid-19. “Ya, tetap mengedepankan persuasif dan simpatik. Aktivitas pelaku usaha tetap berjalan, tetapi kita atur secara baik dengan menerapkan protokol kesehatan. Baik itu warung, rumah makan, toko, kios dan lainnya tetap buka sampai jam 9 malam, tapi prokes harus diperhatikan,” tandasnya.

Dia mengingatkan kepada pengunjung pasar, mall, toko, café untuk menjaga jarak,  menyediakan tempat cuci tangan. “Jaga jarak itu harus diutamakan. Dengan disiplin protokol kesehatan,” ucapnya.

Sejak diberlakukan PPKM Darurat dan PPKM Level 1-4, Ampnir menilai tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan. Namun tak dipungkiri kasus positif juga masih terus bertambah. Bahkan beberapa minggu ini akan kematian meningkat. “Masih terjadi peningkatan positive rate kita,” ujarnya.

Dia mencermati, peningkatan kasus positif banyak terjadi di lingkungan keluarga atau klaster keluarga. Dalam pelaksanaan Instruksi Gubernur tentang PPKM ini, Satgas bakal serius pada penanganan pandemi Covid-19 mulai dari tingkat RT/RW atau dasa wisma. “Kita akan perkuat penanganan dari dasa wisma RT/RW, baik pencegahan maupun penanganan kesehatan,” ucapnya.

Bila ada warga yang terpapar, maka perlu harus diisolasi dan dilakukan pengawasan. Ampnir menjelaskan bahwa berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) penularan Covid-19 paling tinggi di klaster keluarga, dan aktivitas ekonomi seperti di toko, pasar, kios dan tempat usaha lainnya. “Juga misalnya kalau ada  yang kedukaan karena terpapar Covid-19 kita harus bertanggung jawab untuk mencegah penularan. Ini kalau serius dilaksanakan dapat menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed