oleh

Gubernur – Kapolda Teken Kesepakatan

Terkait Perekrutan 1.500 Bintara Polri Afirmasi Otsus

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing menandatangani kesepakatan perekrutan calon bintara Polri afirmasi otonomi khusus (Otsus) tahun 2021, Kamis (18/2) di Aston Niu Hotel Manokwari. Ketua MRP PB. Maxsi Ahoren, Wakil Ketua DPR PB Yongky Fonataba dan para bupati/walikota menjadi saksi dalam perekrutan ini. Tahun ini, Polda Papua Barat akan merekrut 1.5000 calon bintara Polri (1.400 pria dan 1000 polwan). Program perekrutan hingga pendidikan calon bintara Polri afirmasi Otsus dibiayai dari dana Otsus.

Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Polri yang telah bersedia merekrut putra-putri asli Papua untuk mengambdikan diri pada negara melalui institusi Polri. Perekrutan serupa sudah pernah dilakukan awal tahun 2000-an, saat Polda Papua merekrut 1.500 bintara Otsus, serta perekrutan 1.000 bintara TNI-AD yang dilakukan Kodam XVIII/Kasuari.

Gubernur mengatakan, pembiayaan perekrutan dan pendidikan calon bintara Polri afirmasi Otsus akan menjadi tanggung jawab Pemprov Papua Barat dan 13 kabupaten/kota. Total anggaran yagn dialokasikan sebesar Rp140 miliar, Provinsi Papua Barat dan setiap kabupaten/kota akan menanggung Rp10  miliar. Dengan anggaran tersebut, Provinsi Papua Barat dan kabupaten/kota akan mendapat kuota atau jatah calon bintara sebanyak 100 orang. “Kita bekerja sama terkait pembiayaan, setiap kabupaten/kota akan mendapat kuota 100 orang,” ujarnya.

Perekrutan bintara Polri khusus  orang asli Papua ini menurut Gubernur, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran serta mengatasi angka kemiskinan. ‘’Animo anak-anak Papua untuk menjadi anggota TNI maupun Polri cukup besar,’’ tutur Gubernur pada Rapat Kerja Otsus Kebijakan Afirmasi Melalui Perekrutan Bintara Polri 2021.

Para bupati/walikota atau pejabat yang mewakili menyatakan persetujuannya atas perekrutan calon bintara Polri afirmasi Otsus. Namun, ada bupati yang mempertanyakan realisasi kuota karena di beberapa kabupaten seperti Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan diperkirakan  kuota 100 sulit terpenuhi.

Plh Bupati Pegunungan Arfak Ever Dowansiba pesimis kuota 100 terpenuhi.  Dia memperkirakan paling banyak ada 50 orang akan mendaftar. Dia mencontohkan perekrutan calon bintara TNI-AD afirmasi Otsus  yang akhir tahun 2020 dilaksanakan, dari Pegunungan Arfak hanya terjaring 20 orang.  “Kalau kuota tidak pernuhi bagaimana dengan biaya yang menjadi tanggungan kabupaten/kota. Karena kami perkirakan, Pegunungan Arfak akan sulit penuhi kuota 100,” ujarnya.

Kapolda Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing mengatakan, saat ini jajarannya sedang melakukan pendataan peminat calon bintara Polri afirmasi Otsus. Di Manokwari dan Kota Sorong sudah terdata sekitar 300 orang, sedangkan di kabupaten lainnya 100 orang. “Masih terus dilakukan pendataan. Anomi pemuda untuk mendaftar cukup tinggi,” ujarnya.

Dia menyampaikan  ucapan terima kasih kepada Gubernur, DPR PB, MRP PB dan para bupati/walikota yang telah mendukung perekrutan calon bintara Polri afirmasi Otsus ini. Ini sebagai salah satu upaya menambah personel Polda Papua Barat. 

Ketua MRP PB Maxsi Ahoren maupun Wakil Ketua DPT PB, Yongky Fonataba turut bangga dan berterima kasih kepada  Polri yang akan merekrut 1.500 calon bintara Polri afirmasi Otsus.  Maxsi Ahoren mengatakan, perekrutan ini benar-benar memprioritaskan orang asli Papua.

Ada 3 kategori yang bisa mendaftarkan diri, yakni, orang asli Papua  (kedua orang tua atau ayaknya orang asli Papua), ibunya orang asli Papua serta non asli Papua yang lahir, tamat SD, SMP dan SMA di Papua. “MRP-lah yang akan mengeluarkan rekomendasi untuk menentukan tiga kategori,” kata Maxsi Ahoren.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed