oleh

Gubernur Jadi Irup HUT Pekerjaan Umum ke-74

-Manokwari-257 views

MANOKWARI-Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan bertindak sebagai Inpektur Upacara (Irup) HUT Pekerjaan Umum, Selasa (3/12/2019). Upacara dilaksanakan di lapangan apel kantor gubernur, dihadiri para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), tamu undangan serta para ASN.

Gubernur membacakan sambutan Presiden RI mengatakan, lima tahun terakhir telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran seperti jalan tol, bandara, pelabuhan untuk mendukung tol laut, pembangkit tenaga listrik dan bendungan.

Infrastruktur dasar pedesaan juga terus kita bangun seperti saluran air bersih, jalan-jalan desa, perbaikan saluran irigasi dan embung, yang tidak dilakukan hanya di Pulau Jawa saja tetapi ke seluruh wilayah Indonesia terutama ke wilayah Indonesia bagian Timur, wilayah pedalaman, kawasan terisolir dan daerah perbatasan.

“Hal ini kita lakukan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus untuk mewujudkan rasa keadilan masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kita,” kata Gubernur.

Meskipun semua telah bekerja keras, agenda pembangunan infrastruktur belum selesai. Pemerintah masih punya pekerjaan rumah, masih ada pekerjaan berat pembangunan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dibandingkan dengan negaranegara lain, Indonesia memang masih tertinggal. Peringkat infrastruktur Indonesia tahun 2018 berada di posisi 71 dari 140 negara. Di tingkat ASEAN saat ini, daya saing infrastruktur masih berada di posisi 5, kalah dengan Thailand, Brunei, Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi yang terdepan.

“Pembangunan infrastruktur harus memiliki dampak siginifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Seluruh jajaran pemerintah dan mitra yang terlibat harus memastikan bahwa pembangunan infrastruktur fokus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menaikkan kelas UMKM, pengembangan pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor,” jelasnya.

Sudah saatnya Indonesia menghubungkan infrastruktur-infrastruktur yang tersedia dengan sentra-sentra produksi, menghubungkan obyek wisata dengan sentra-sentra pemasaran. Jalan tol harus tersambung dengan kawasan industri. Pelabuhan harus tersambung dengan kawasan logistik dan distribusi. Bandara harus tersambung dengan kawasan perdagangan dan jasa, serta infrastruktur Iainnya harus tersambung dengan sentra dan kawasan ekonomi.

Sinergi pemerintahan juga akan berpengaruh besar dalam kesuksesan agenda pembangunan berikutnya. Selama lima tahun ke depan kita akan melanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1.000 embung, 500.000 hektar jaringan irigasi baru, 2.500 km jalan tol dan 60.000 km jalan baru. Kita juga akan meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak menjadi 90% serta akses sanitasi dan persampahan menjadi 80%. Kita pun akan melanjutkan Program Sejuta Rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, kita akan mewujudkan pemindahan lbukota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur dengan konsep Smart Metropolis.

“Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur 5 destinasi wisata prioritas yang kita targetkan selesai pada akhir tahun 2020 yakni Kawasan Danau Toba di Sumatera Utara, Kawasan Borobudur di Jawa Tengah, Kawasan Mandalika di NTB, Kawasan Labuan Bajo di NTT dan Kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara. Seluruh agenda pembangunan ini,” pungkasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed