oleh

Gubernur dan Bupati-Walikota Sepakat Temui MenPAN-RB

Perjuangkan Kelulusan 80 Persen OAP di Seleksi CPNS 2018 

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan dan 13 bupati/walikota se-Papua Barat, bersepakat akan menemui Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) di Jakarta untuk memperjuangkan formasi CPNS 2018 dengan pembagian 80 persen untuk orang asli Papua (OAP) dan 20 persen non-Papua. Kesepakatan ini diputuskan dalam rapat evaluasi seleksi CPNS formasi tahun 2018 antara gubernur dengan para bupati/walikota se-Provinsi Papua Barat , di Swiss-belhotel Manokwari, Senin (3/8/2020).

Gubernur memimpin rapat didampingi Asisten 1 Setdaprov PB, Drs. Musa Kamudi, MSi. Dihadiri Walikota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM, Bupati  Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, Plt Bupati Manokwari Drs. Edi Budoyo, Bupati Teluk Wondama Bernabus Imburi, Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop, Sekda Kaimana, Rita Teurubun, Sekda Manokwari Selatan, dr. Hengky Tewu, Sekda Pegunungan Arfak Ever Dowansiba dan pejabat terkait lainnya.

Kesempatan ini kemudian ditandatangani gubernur dan para bupati/walikota. Selanjutnya akan diserahkan ke Menpan RB. Gubernur dan para bupati/walikota akan memperjuangkan keberpihakan para orang asli Papua. Menpan RB diharap dapat melaksanakan kesepakatan awal yakni 80 persen untuk orang asli Papua dan 20 persen bagian non Papua. Ada beberapa kabupaten telah mengumumkan hasil seleksi CPNS 2018, namun tak sesuai kesepakatan awal 80 persen bagi orang asli Papua tidak tercapai. Menurut Gubernur, bahkan ada kabupaten yang persentase kelulusan terbalik, 80 persen non OAP dan 20 persen OAP. 

Sejumlah kabupaten/kota di Papua Barat belum mengumumkan hasil seleksi CPNS 2018 seperti, Kota Sorong, Raja Ampat, Kaimana, Fakfak, Teluk Wondama dan Manokwari Selatan. Gubernur mengatakan, pengumuman hasil seleksi CPNS 2018 di kabupaten/kota ini menunggu pertemuan dengan Menpan RB.  Gubernur dan para bupati/walikota sepakat akan bertemu Menpan RB pada Kamis, 6 Agustus 2020. “Gubernur dan para bupati/walikota tanpa diwakilkan, kita semua berangkat ke Jakarta untuk bertemu Menpan RB,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM tak berkomentar saat ditanya wartawan kapan Pemkot Sorong mengumumkan hasil seleksi CPNS 2018. Dia mengatakan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota masih akan memperjuangkan ke Jakarta, bertemu Menpan RB agar kuota 80 persen bagi OAP dapat direalisasikan. “Saya tidak bisa ngomong sesuatu  yang belum terjadi,” ucap Lambert Jitmau. Sedangkan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati menuturkan hasil seleksi CPNS 2018 di Kabupaten Raja Ampat telah memenuni 80 persen OAP dan 20 persen non OAP. Namun begitu, Faris Umlati belum bisa memastikan kapan hasil seleksi CPNS 2018 diumumkan. 

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler mengatakan, untuk menjawab kecurigaan pencaker terhadap hasil kelulusan yang telah diumumkan, pihaknya akan mengikutsertakan empat orang perwakilan pencaker bersama-sama dengan bupati dan kepala daerah yang lain untuk menemui Menpan-RB terkait hasil yang telah diumumkan. “Khusus kita di Maybrat, saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk mengambil 4 orang perwakilan pencaker yang mewakili empat wilayah besar Ayamaru, Aitinyo, Aifat dan Ayamaru Utara Raya untuk mendengar langsung penjelasan Menpan,” kata Sagrim sembari menegaskan kembali bahwa hasil kelulusan langsung diputuskan Panitia Seleksi Nasional berdasarkan skor ranking, pihaknya selaku kepala daerah hanya menerima hasil untuk diumumkan. (lm/ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed