oleh

GMKI Tegaskan Papua Bagian Integral NKRI

Warinussy : Perlu Ada Tokoh Kunci Dialog dengan Benny Wenda

MANOKWARI – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menegaskan, Papua bagian integral NKRI sudah final. Ketua Umum GMKI Terpilih hasil Kongres XXXIII Manokwari, Jefry Gultom meminta masyarakat seluruh Indonesia tidak terprovokasi dengan penggalan video yang sedang diviralkan.

Jefry Gultom menyampaikan ini menyikapi video yang beredar di media sosial (medsos) yakni salah seorang peserta Kongres GMKI XXXIII di Manokwari mendukung pemisahan Papua dari NKRI. “Itu seakan-seakan GMKI mendukung Papua Merdeka terkait video yang dipotong kemudian diviralkan di sosial media. Dengan tegas kami nyatakan itu tidak benar atau hoax,” tegas Jefry Gultom saat menggelar Konferensi pers di Manokwari, Sabtu (5/12).

Dia mengatakan, video yang diviralkan seolah-olah hasil keputusan Kongres GMKI XXXIII yang digelar di Manokwari mendukung Papua Merdeka, padahal hanya aspirasi dari Pansus untuk isu-isu di Papua. Ada aspirasi dari peserta Kongres  XXXIII bahwa Papua harus merdeka dari kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan. ”Bahwa kemudian ada penggalan video yang beredar itu sebenarnya hasil aspirasi dari Pansus dalam kongres terkait Isu-isu Papua. Sejatinya aspirasi tersebut terkait Papua harus merdeka dari kemiskinan, merdeka dari ketidakadilan, merdeka dari kebodohan sebagai bentuk komitmen bersama GMKI,” tegasnya.

Dalam konferensi pers, turut serta Dandim 1801/Manokwari Kolonel Arm Airlangga, Kapolres Manokwari AKBP. Dadang Kurniawan Winjaya. Jefry mengatakan, aspirasi yang disampaikan peserta Kongres GMKI adalah negara harus hadir dan bersama-sama melihat kondisi riil di Papua sampai ke akar rumput. ”Kesejahteraan Masyarakat Papua merupakan hal yang menjadi komitmen negara, dan GMKI hadir bersama dengan gereja nantinya akan mengawal hal tersebut,” jelasnya.

Ketegasan Ketua Umum terpilih GMKI disampaikan saat bertatap muka dengan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Jefry datang bersilaturahmi sekaligus menjelaskan dan menekankan komitmennya bahwa GMKI sangat mendukung keadulatan NKRI dari gangguan kelompok- kelompok yang ingin memecah belah persatuan kesatuan bangsa oleh pihak-pihak yang menyuarakan kemerdekaan Papua.   Jefri menyatakan bilamana ada suara-suara tak mendukung keutuhan NKRI, maka itu idak merepresentasikan GMKI. “Sekali lagi GMKI menganggap itu (pernyataan di video) hanya pihak yang tidak faham dan hanya mencoreng nama GMKI,” pungkasnya.

Sementara itu, Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia di Tanah Papua, Yan Christian Warinussy,SH meminta Presiden Joko Widodo segera menunjuk orang yang dipercayai sebagai tokoh kunci dalam komunikasi dua arah dengan rakyat Papua pasca pernyataan Pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda yang membentuk Pemerintahan Sementara di Inggris pada tanggal 1 Desember 2020.

Warinussy mengatakan, bertolak dari situasi politik dan keamanan di Tanah Papua yang terus menjadi ”wilayah konflik” dan berdampak pada terjadinya kejahatan kemanusiaan (crime against humanity) di wilayah pegunungan tengah Papua (Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Intan Jaya) sejak 2018 hingga 2020 ini, Presiden Jokowi seharusnya segera menunjuk calon tokoh kunci mengganti almarhum Pater Neles Tebay yang pernah ditunjuk resmi pada tanggal 15 Agustus 2016 lalu di Istana Merdeka, Jakarta.

Tokoh kunci tersebut dapat bekerja sendiri dan berkomunikasi langsung dengan beban tugas memulai persiapan pertama Dialog Jakarta-Papua. “Tokoh kunci dialog Jakarta-Papua ini bisa membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak yang dipandang sebagai kelompok separatis oleh negara selama ini,” usul Direktur LP3BH ini. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed