oleh

GKI Jemaat Silo Kambuaya Gelar Sidang Jemaat

-Metro-619 views

Ketua Klasis Apresiasi Jemaat Silo

SORONG– Keluarga Besar GKI Jemaat Silo Kambuaya Klasis Ayamaru Kabupaten Maybrat sabtu (30/11) menggelar Sidang Jemaat ke 10 Tahun 2019. Pesta Iman dengan sorotan tema, Datanglah Kerajaan-Mu dan sub tema Menjadi Gereja yang Menyatakan Anugerah Allah dalam Yesus Kristus di tengah konteks  Pluralitas dan Keagamaan tersebut diawali ibadah yang dipimpin Ketua PHMJ, Pdt. Oktovianus Kredi,S.Th. Laporan Ketua Panitia, Frans Kambuaya,S.IP dan sambutan sekaligus membuka serta menyematkan tanda peserta oleh Ketua Klasis GKI Maybrat, Pdt. Bastian Bleskadit,S.Th.

Majelis Jemaat GKI Silo Kambuaya Klasis Ayamaru foto bersama pada momentum Sidang Jemaat ke 10 tahun 2019

Ketua PHMJ menerangkan, momentum sidang jemaat ke 10 ini untuk mengevaluasi program pelayanan tahun 2019, membahas serta menetapkan program dan rancangan anggaran belanja gereja tahun 2020.  “ momen ini sangat penting, kalau di aras Sinode dan Klasis diselenggarakan 5 tahun sekali, sedangkan di jemaat setahun sekali. Puji Tuhan, di tahun pelayanan 2019 kami tetapkan APBJ sebesar 250 juta, realisasinya sampai oktober melampaui target 500 sekian,” ucap hamba Tuhan yang telah mengabdi sejak tahun 2012 di Jemaat Silo Kambuaya itu sembari menambahkan semua itu karena adanya peningkatan pelayanan ibadah – ibadah, aksi kemandirian dan juga berkat doa, dukungan serta kerja sama yang baik dari jemaat dalam menopang pekerjaan Tuhan.

Panitia Wik Agape foto bersama PHMJ Jemaat Silo Kambuaya

Selanjutnya Ketua Klasis GKI Ayamaru, didampingi Ketua PHMJ dan Ketua Panitia sidang jemaat menjelaskan bahwa sini (kyahai), Tuhan Berbicara kepada hambanya Rasul Ruben Rumbiak untuk menyampaikan kepada seluruh orang A3 (Ayamaru,Aitinyo dan Aifat) untuk dipedomani yakni orang Maybrat harus memelihara persatuan dan kerendahan hati, maka berkat akan menjadi dimiliki dan anak cucu kita turun temurun. 

“Ini janji Tuhan yang diberikan kepada orang A3, untuk dipegang dan dilaksanakaan dalam perilaku kehidupan. Janji tersebut jika tidak dilaksanakan maka akan menjadi kutuk,” ucap Ketua Klasis sembari menambahkan, hadirnya Kabupaten Maybrat, harus menjadi berkat, bukan membawa perpecahan karena persoalan politik, distribusi jabatan di pemerintahan dan sebagainnya. 

Dibeberkan Ketua Klasis, khusus di Klasis Ayamaru, GKI Jemaat Silo Kambuaya menempati urutan pertama dalam hal pertumbuhan pelayanan juga dalam hal berkontribusi. “Jemaat Silo Kambuya, menurut pantauan kami sebagai Badan Pekerja Klasis sangat agresif dalam pelayanan. Dalam artian bahwa dalam pelayanan semua unsur-unsur (PAM, PKB, PW, PAR, Sekolah Minggu) aktif. Hampir setiap hari ada ibadah. Itu yang kami maksudkan sangat agresif,” bebernya sembari menambahkan, dari apa yang telah dilaksanakan patut dicontohi oleh jemaat lain. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed