oleh

Gereja GKI Sion Mapura Diresmikan

SORONG-Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Man dacan, didampingi Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Prof. Dr. Thomas Pentury, M. Si, Ketua Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu,M.Th, Bupati Maybrat Dr.Drs.Bernard Sagrim, MM, dan disaksikan puluhan tamu undangan dan umat Tuhan yang hadir pada prosesi pentabisan Rumah Pastori (rumah pendeta) dilanjutkan dengan meresmian dan pentabisan gedung Gereja baru GKI Sion Mapura.

Saat tiba di Mapura, rombongan gubernur disambut pengalungan noken dan syal khas Maybrat, serta mahkota cenderawasih dan alunan tarian adat mengiringi rombongan menuju gedung gereja lama. Selanjutnya dilakukan ibadah singkat, dilanjutkan dengan pemindahan peralatan sagramen oleh para hambatuhan diringi alunan musik terompet menuju gedung Gereja baru untuk selanjut nya dilakukan prosesi pembukaan selubung papan nama,penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, penyerahan kunci dan aset gereja dari panitia kepada GKI di Tanah Papua, pentabisan dan selanjutnya pintu gereja dibuka serta ibadah syukur didalam gereja baru.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Usai ibadah kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia, sambutan dan penyaluran bantuan sembako tangan kasih dari Pemprov Papua Barat, kepada dua ribu keluarga penerima manfaat, pemberian santunan 42 juta masing masing kepada 4 keluarga hak waris, pemberian dana stimulus kepada pelaku usaha mikro kecil menengah sebesar 2 juta dan dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada mitra gereja, Pemerintah, BUMN dan para pihak yang telah berkontribusi untuk pembangunan gedung Gereja GKI Sion Mapura. 

Dalam laporannya Ketua Umum Panitia Pem bangunan Gedung Gereja GKI Sion Mapura, Gerson Jitmau,SH, MM total dana yang terkumpul Rp 21 miliar dana tersebut bersumber dari bantuan Pemprov Papua, Papua Barat, Pemda Maybrat, para intelek tual,.umat Tuhan, BU MN. Secara garis besar juga disebutkan sela in pembangunan gedung Gereja, juga diban gun Pastori, pagar gereja, jalan lingkungan dan membiayai peresmian gereja.

Dalam sambutan selamat datang, Bupati Maybrat, Dr. Drs. Bernard Sagrim,MM menyampaikan bahwa prinsip dasar yang selalu dipegang suku A3 Maybrat adalah bahwa membangun Rumah Tuhan itu diidentik dengan membangun harga diri. Oleh karenanya dengan hadirnya gedung yang megah ini, tidak hanya dibiarkan kosong, tetapi seperti namanya Sion yang artinya merindukan hadirat Tuhan itu diwudutnyatakan dalam membangun persekutuan ditengah tengah jemaat dan masyarakat.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andr ikus Mofu,M.Th dalam sambutannya bahwa berkenaan dengan HUT PI masuk di Utuwet Mapura 68 tahun,.hari ini seluruh umat Tuhan Maybrat boleh bersukacita Tuhan telah memilih dan nenetapkan anak anak bumi A3 untuk menjadi saluran berkat di seluruh pel osok negeri tanah Papua. Oleh karenanya dengan hadirnya gedung Gereja GKI Sion Mapura ini tentu menjadi suatu tanda dan ko mitmen bersama untuk membangun perse kutuan dengan Tuhan dengan prinsip, Theovani (Penampakan Allah) Kepada Hambanya Rasul Ruben Rumbiak yaitu, Perilahara Kasih, Kerendahan Hati, Kehormatan dan maka berkat Tuhan menjadi milik kita Turun Temurun.

Selanjutnya Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. DR. Thomas Pentury, M.Si dalam sambutannya, menyebutkan, membangun sarana peribadatan memang penting untuk membangun iman spiritual kita sesuai keyakinan agama masing masing, namun yang lebih penting adalah membangun moderasi beragama salah satu bentuknya adalah saling mengakui dan menerima sesuai pemeluk agama masing masing. “Dikepemimpinan Menteri Yaqut Choil Qomas, telah menetapkan Papua-Papua Barat prioritas pembangunan bidang agama dan pendidikan bidang keagamaan yang disebut dengan Kita Cinta Papua”. Tandasnya. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed