oleh

Gempa Laut Banda Tidak Berpotensi Tsunami

-Metro-42 views

Guncangan gempa tektonik magnitude 6,2 Sk yang terjadi Selasa 8 September 2020 sekitar pukul 09.45 WIT dengan kedalam 193 Km, cukup untuk membuat panik warga masyarakat Kota Sorong walaupun titik lokasi kejadian tidak berada di Kota Sorong melainkan di wilayah Laut Banda atau pada jarak 210 Km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,89 LS dan 129,84 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 210 km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada kedalaman 194 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi di lempeng Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik. 

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sorong III MMI, kemudian Kairatu, Banda dan Manokwari II hingga III MMI serta Kaimana II MMI. Melihat hal tersebut, dampak dari gempa ini tidak menunjukan adanya potensi tsunami.

“Hingga saat ini belum menunjukan adanya aktifitas gempa susulan,”jelas Petugas Operasional Stasiun Geofisika Sorong, Ariance Luys Djawa saat dihubungi Radar Sorong.

Ariance Luys pun berharap agar masyarakat tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mendengarkan hoax (berita bohong).(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed