oleh

Gara-gara Tambang Ilegal, Kasat Reskrim Dicopot

JAYAPURA – Kapolresta Jayapura AKBP. Gustav Urbinas mencopot Kasat Reksrim AKP YF dari jabatannya. Posisinya sementara dijabat Kaur Bin Ops Reskrim, Iptu Zakarudin. AKP YF dicopot dari jabatannya  karena tak mengindahkan perintah  pimpinan untuk  melakukan penegakan hukum terhadap tambang emas ilegal di wilayah Buper Distrik Heram Kota Jayapura sejak April lalu.

“Demi untuk proses hukum daripada perbuatan ini dan netralitas, maka saya mengambil langkah untuk menonaktifkan Kasat Reskrim dan saat ini untuk Plh adalah Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Zakarudin  untuk memimpin penyidik dan penyidik pembantu melakukan proses penyidikan terhadap aktifitas tambang ilegal ini,” kata Kapolresta Jayapura kepada wartawan, Selasa (30/6).

Dikatakan, pihaknya  melalui Propam juga akan melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kasat Reskrim atas tindakannya yang dinilai menurunkan citra Polri. “Terhadap yang diduga tercela dan juga menurunkan citra Polri, kita melakukan langkah pemeriksaan oleh Seksi Propam Polresta Jayapura Kota, tentunya akan kita Laporkan ke polda Papua ke Bidang Propam terkait dengan hasil pemerikasaan dan perkembangan ke depan,” jelasnya. “Saat ini yang saya kontrol untuk proses penyidikan dugaan tambang ilegal tersebut, tapi tentunya ini masing-masing akan kita kerjakan bersama dan perkembagan akan kita laporkan ke Polda Papua,” sambungnya.

Menurutnya, April lalu dirinya telah memberikan  perintah maupun petunjuk dan arahan kepada satuan tugas untuk melakukan penegakan hukum terhadap tambang ilegal tersebut, dan tidak boleh ada segala jenis aktifitas pertambangan ilegal di wilayah Buper Distrik Heram Kota Jayapura.   “Bulan April lalu sudah pernah dilakukan upaya penegakan hukum tapi para pelaku melarikan diri dan perbuatannya belum  sebesar pada saat bulan Juni ini, sehingga pada saat itu juga saya menyampaikan dan memerintahkan kepada jajaran Reskrim untuk melakukan penegakan hukum dan penangkapan apabila ditemui masih terdapat aktifitas tersebut,” tandasnya.

Namun  hingga  penggerebekan yang dipimpinnya langsung, Kapolres mengaku masih mendapat laporan bahwa aktifitas ini tetap berjalan, sehingga dirinya memimpin personil ke lokasi penambangan dan menyaksikan sendiri kondisi yang ada ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat kedepan. “Untuk itu saya menganggap bahwa perintah dan petunjuk saya untuk melaksankan petunjuk penegakan hukum ataupun menghentikan kegiatan, tidak diindahkan dan dilaksanakan secara baik oleh jajaran Satuan Reskrim,” pungkasnya. (al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed