oleh

Ganja Ratusan Juta Dipacking Plastik

Dua pemuda berinisial US dan PA diamankan Satres Narkoba Polres Sorong Kota karena memiliki dan menyimpan serta memperjualbelikan narkotika jenis ganja seberat 2.2 Kg di sekitar Malanu Kampung, tepatnya belakang SMP Negeri 6 Kota Sorong. Keduanya baru saja akan mencoba menjual ganja dalam jumlah besar, namun terlebih dahulu diamankan oleh pihak Satresnarkoba Polres Sorong, sehingga angan-angan mendapatkan untung besar sirna seketika.

Kasat Resnarkoba Polres Sorong Kota, Iptu Ahmad Syarief saat rilis pengungkapan kasus ganja ini menjelaskan, dua terduga tersangka tersebut menjalankan bisnis jual beli barang haram tersebut sekitar 1 tahun tapi dalam jumlah sedikit. Baru mencoba menjual dalam jumlah besar, aparat sudah terlebih dahulu mengetahui dan mengamankan barang bukti berserta keduanya.  “Awalnya mereka menjual dalam paket kecil saja dan ini baru kali pertama dalam paketan besar tapi bisa kami amankan,” kata Ahmad Syarief.

Diterangkannya, kedua tersangka diamankan di rumahnya di Jalan F. Kalasuat Malanu pada Minggu (18/10). Turut diamankan 1 koper hitam, 1 ransel hitam dan satu kantong plastik biru yang didalamnya ada 93 plastik bening berisikan ganja, 15 bungkus plastik bening sedang, 11 bungkus plastik bening kecil dan 19 bungkus kertas berwarna putih. “Harganya bervariasi, plastik besar Rp 1 juta, plastik sedang Rp 500.000 dan kecil Rp 100.000, yang ada di dalam kertas juga Rp 100.000,” kata Ahmad Syarief sembari menambahkan, target konsumen mereka dari semua kalangan. “Kami amankan juga barang bukti uang Tunai berjumlah Rp 700.000 hasil penjualan. Ganja ini kalau diuangkan sekitar Rp 100.000.000,” terangnya..

Menurut keterangan tersangka, mereka mendapatkan ganja tersebut dari seseorang berinsial EER yang juga tinggal di wilayah Kota Sorong. EER sendiri menjadi target lama pihak kepolisian. “Katanya EER ini mendapatkan barang haram tersebut dari PNG,” jelasnya  Menurut Kasatresnarkoba, barang haram ini dikirim melalui kapal dengan modus operandi dibungkus bulat seperti bola, dimana satu bola diperkirakan seberat 1 Kg.  “Mereka ini sudah terbiasa karena kebutuhan ekonomi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda berupa uang paling sedikit Rp 1 milliar dan paling banyak Rp 10 milliar (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed