oleh

Faris-Ori Menang Pilkada Raja Ampat

WAISAI – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dan Orideko Iriano Burdam, S.Ip,.MM,.M.Ec,.D.Ev (AFU-ORI) berhasil meraih 22.671 suara.  Sedangkan, Kolom Kosong meraih perolehan suara 11.382 suara.

  Penetapan hasil perhitungan suara serta hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat periode 2020-2025 dituangkan, berdasarkan keputusan KPU Raja Ampat Nomor: 75/HK.03.1-kpt/9205/KPU-Kab/XII/2020. Ditetapkan, KPU Raja Ampat pada saat menggelar Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat kabupaten hasil  Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat 9 Desember 2020 yang berlangsung di Aula Kantor KPU Selasa malam lalu (15/12).

 Rapat pleno terbuka tersebut, dipimpin  oleh5 (Lima) Komisioner KPU Raja Ampat, Sekretaris KPU, perwakilan KPU Provinsi Papua Barat. Turut hadir dan menyaksikan, pimpinan dan komisioner Bawaslu Raja Ampat, Kapolres Raja Ampat, Dandim 1805/Raja Ampat, Tim LO Paslon AFU-ORI, Saksi Paslon AFU-ORI, serta 24 Panitia Pemilihan Distrik (PPD) se-kabupaten Raja Ampat. 

 Ketua KPU Raja Ampat, Steven Eibe, S.STP  mengatakan, setelah Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kabupaten , selanjutnya hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat kabupaten akan disampaikan  kepada Bawaslu dan KPU Provinsi Papua Barat seterusnya kepada KPU di Pusat. 

 ”Jadi, setelah penetapan ini rens tiga hari kita akan menunggu kedepan. Apakah ada sanggahan ataupun gugatan terkait penetapan perolehan suara tersebut. Ketika, tidak bermasalah selama tiga hari kedepan. Tetapi, setelah rens waktu terakhir pada tanggal 18 Desember 2020 maka, tanggal 19 Desember 2020 KPU Raja Ampat akan melakukan Rapat Pleno kembali untuk penetapan pasangan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat periode berikutnya. Setelah, ditetapkan SK seterusnya akan dikirim ke DPRD dan Pemerintah Daerah untuk diproses terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat terpilih sesuai agenda dan jadwal Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan. Kami KPU hanya sebatas menetapkan,”jelasnya

 Disinggung terkait jadwal pelantikan, Steven menjelaskan, belum mengetahui secara pastikan tapi, dari informasi yang diterima KPU bahwa, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat saat ini berakhir per 16 Februari 2021 mendatang. Ketika, terjadi perubahan jadwal pelantikan itu kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

  ”Jika, proses pelantikan itu disetujui dan dilaksanakan terhitung mulai tanggal (TMT) masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat berakhir per 16 Februari 2021. Maka, hal itu akan disesuaikan dengan TMT tersebut. Walaulu, jadwalnya dimajukan pastinya ada regulasi terbaru dari Mendagri. Sebab, informasi yang kami ketahui, rencana pelantikan akan dilakukan secara gamblang oleh Presiden RI Joko Widodo. Namun informasinya belum dipastikan. Untuk itu, KPU Raja Ampat saat ini hanya melaksanakan tahapan sampai penetapan hasil,”pungkas Steven. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed