oleh

Empat Oknum Polisi Dipecat

MANOKWARI – Sepanjang tahun 2020 terdapat 131 kasus pelanggaran melibatkan oknum anggota Polda Papua Barat atau meningkat 84,50 % dibanding tahun 2019 yang terdapat 71 kasus. Rinciannya, 55 kasus disiplin di tahun 2020 atau naik 34,14 %  dibanding tahun 2019 (41 kasus), pelanggaran kode etik 74 kasus di tahun 2020 naik 146 % dibanding tahun 2019 (30 kasus).

Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing menegaskan, jajaran Kepolisian akan menindak tegas oknum anggota yang melakukan pelanggaran. Polri tidak akan menutup-nutupi oknum anggota yang melakukan pelanggaran.  “Kita harus junjung tinggi motto Polda Papua Barat ‘Melayani Dengan Hati’. Kalau ada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran akan kita tindak tegas,” kata Tornagogo.

Sebagian besar kasus yang melibatkan oknum anggota dibawa ke Sidang Kode Etik Profesi Polri. Terdapat 109 kasus yang diputus majelis Kode Etik Profesi Polri (KEPP) dengan putusan bervariasi, 32 kasus diputus dengan permintaan maaf, 37 kasus perbuatan tercela, 4 kasus diputus dengan PTDH (Pemberhentikan Tidak Dengan Hormat), 15 mutasi demosi dan 21 kasus pelanggar yang mengikuti pembinaan mental dan  kepribadian.

Kapolda menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan di bidang hukum di tahun 2020, telah menghadiri 3 perkara para peradilan, 1 perkara gugatan perdata, 8 sidang banding KKEP (Komisi Kode Etik Profesi), 13 kegiatan sosialisasi hukum. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed