oleh

EM Ditetapkan Tsk Kasus Pencemaran Nama Baik

-Metro-118 views

WAISAI- Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat resmi menetapkan EM alias KE dan HO sebagai tersangka atas dugaan kasus pelanggaran UU ITE. Hal itu disampaikan Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W. Manuputty, S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, Iptu Wawan Kunardi, S.Tr.K kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya Selasa (27/4) kemarin.

Penetapan EM dan HO sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara pada Senin 26 April 2021 lalu. Kasus yang menjerat kedua tersangka tersebut dinilai cukup memenuhi unsur yakni dua alat bukti yang kuat.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Jadi, hasil gelar perkara yang mana telah memenuhi dua alat bukti maka pertama kami menetapkan EM alias KE sebagai tersangka atas dugaan kasus pelanggaran UU ITE yang dilaporkan beberapa waktu lalu. Terkait kasus pencemaran nama baik. Kedua menetapkan HO sebagai tersangka dalam dugaan kasus pelanggaran UU ITE terkait SARA,”kata Wawan

Dijelaskan Wawan, laporan dugaan kasus pencemaran nama baik dimana terlapornya berinisial EM alias KE. Dilaporkan dengan sengaja melakukan dugaan pencemaran nama baik pimpinan daerah di laman status akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut  sambung Kasat pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi ahli, yang mana melibatkan saksi ahli bahasa, saksi ahli pidana, dan saksi ahli ITE. “Nah, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi ahli tersebut seterusnya dilakukan gelar perkara. Hasil gelar perkara dinyatakan memenuhi unsur atau dua alat bukti yang cukup EM kita tetapkan sebagai tersangka dan segera kita akan melakukan pemanggilan terhadap EM dengan status sebagai tersangka,”tegasnya.

Kemudian, untuk dugaan kasus pelanggaran UU ITE yang berkaitan dengan SARA terlapornya berinisial HO tambah Wawan juga sama pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli ITE dan saksi ahli bahasa. Menyangkut, postingan HO di akun Facebook miliknya dengan menyinggung salah satu tema pada Hari Raya keagamaan Tahun lalu. 

“Dari pemeriksaan saksi ahli dan hasil gelar perkara kita tetapkan HO sebagai tersangka dan segera kita akan melakukan pemanggilan kepada HO dengan status sebagai tersangka,”tambah Kasat

Menurut mantan Kapolsek Bomberay Kabupaten Fakfak itu sebelum melakukan tindakan atau upaya penyidikan, pihaknya (Reskrim) sebelumnya juga telah melakukan upaya Restorative Juctive atau penyelesaian masalah di luar pengadilan diantaranya mediasi atau mempertemukan pelapor (korban) dan terlapor (tersangka).”Namun, upaya mediasi tersebut gagal karena pihak korban tidak mau untuk memberikan maaf. Atau tidak menerima perbuatan yang dilakukan oleh terlapor (tersangka.red) ini,”terangnya

Kasat menambahkan, setelah memenuhi unsur-unsur kuat penentuan atau penetapan terlapor sebagai tersangka. Keputusan itu berdasarkan dua alat bukti yang cukup.”Nah,untuk dua alat bukti tersebut kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi ahli, pemeriksaan saksi korban, termasuk pemeriksaan terlapor (tersangka).Kalau sudah terpenuhi dua alat bukti ya kita bisa menetapkan sebagai tersangka,”ungkapnya.

Dikatakannya Kasat lebih jauh, mungkin untuk tahapannya sementara sampai sekarang baru menggelar perkara penentuan tersangka dan akan melakukan pemanggilan terhadap keduanya. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed