oleh

Elemen Masyarakat Diajak Beri Masukan Evaluasi UU Otsus Agar Papua Makin Maju

MANOKWARI-Ketua Garda Merah Putih Papua Barat, Saul Samuel Mandowen mengatakan, saat ini Papua dibanding dengan daerah lain masih sangat tertinggal, baik dari segi pembangunan maupun dari sumber daya manusia (SDM). Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, maka pemerintah pusat memberlakukan otonomi khusus (Otsus) di tanah Papua.

Saul Samuel Mandowen kepada wartawan, Senin (12/10) menuturkan, pemerintah memberikan bantuan Dana Otsus kepada masyarakat di tanah Papua dengan harapan dimanfaatkan sebaik-baiknya, mengejar ketertinggalan di segala bidang baik dari kesehatan, pendidikan, infraktruktur dan ekonomi kerakyatan.

Otonomi khusus di tanah papua sudah berjalan hampir 20 tahun sejak ditetapkan pada tahun 2001, dan semenjak itulah Otsus telah banyak memberikan dampak yang baik bagi daerah dan masyarakat di tanah Papua. ‘’Kita semua bisa melihat dan membandingkan kondisi Papua sebelum dan saat otonomi khusus diberlakukan di tanah Papua. Sudah banyak program yang dibantu dengan menggunakan dana otsus baik pendidikan, kesehatan, infraktruktur termasuk ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya lagi.

Dia menyadari masih ada kekurangan dalam pengelolaan Otsus. Saul Samuel Mandowen mengajak segenap komponen masyarakat bersama-sama memberikan saran untuk mengevaluasi serta memberikan masukan secara positif agar ke depan Otsus dapat dikelola lebih baik dan tepat sasaran.


Selain dari sisi pembangunan, adanya Otsus maka kini jabatan gubernur dan wakil gubernur, bupati/walikota merupakan orang asli Papua. Dengan adanya Otsus pula, ada anggota DPR pengangkatan dari jalur Otsus dan juga MRP sebagai lembaga kultural di daerah yang itu semua diisi dan dijabat oleh masyarakat asli Papua.

‘’Kita bisa membayangkan kalau Otsus tidak ada itu berarti kita harus melaksanakan undang undang yang berlaku universal secara nasional dan itu berarti bahwa siapa saja anak bangsa dari seluruh indonesia dapat menjadi gubernur dan wakil gubernur serta bisa menjadi pejabat lain tanpa batasan, serta tidak ada lagi lembaga DPR Otsus maupun MRP,’’ tuturnya lagi.

Dia berpandangan, Otsus harus tetap dilanjutkan untuk dapat mengejar ketertinggalan baik daerah dan masyarakat Papua dalam rangka bersaing dengan wilayah-wilayah lain. ‘’Saya berharap kepada masyarakat untuk dapat mempertimbangkan dengan baik tentang keberlangsungan Otsus ini kalaupun ada kekurangan dalam pengelolaan Otsus mari kita sama-sama satu hati untuk evaluasi dan perbaiki tetapi tidak untuk menolaknya sehingga Otsus ke depan akan lebih memberi dampak kepada orang Papua,’’ ujarnya.

Pemerintah pusat lanjut Ketua Garda Merah Putih ini, telah memberi wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengatur dalam pengelolaan otsus. Pemerintah pusat jangan disalahkan kalau Otsus ada kekurangan. ‘’Otsus ada kekurangan tapi tidak dengan serta merta kita menolak tapi mari kita perbaiki kekurangan yang ada untuk Papua yang lebih baik,’’ ucapnya.

Saul Mandowen menegaskan, Garda Merah Putih Papua Barat senantiasa mendukung Papua Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di samping itu Garda Merah Putih Papua Barat selalu memperhatikan situasi dan kondisi Papua.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed