oleh

Eks Casis Polwan Blokade Jalan

Tuntut Diakomodir pada Peneriman Casis Polwan

MANOKWARI – Puluhan eks calon siswa (Casis) bintara Polwan afirmasi otonomi khusus (Otsus) tahun 2021 menggelar aksi.  Bersama sejumlah komponen mahasiswa, mereka memblokade perempatan Kopal Jalan Yos Sudarso Sanggeng, Manokwari, Senin (30/8) siang hingga malam.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Para eks Casis Bintara Polwan yang mengenakan celana panjang hitam serta kemeja batik, pakaian yang sama ketika mereka mengikuti seleksi Casis Bintara Polri di Papua Barat, membuat lingkaran di perempatan jalan.  Suasana di sekitar makin menarik lantaran para eks Casis yang berasal dari 13 kabupaten/kota  ini memegang bendara Merah Putih.

Para eks Casis Polwan berdiri dan duduk sambil sesekali meneriakan  yel-yel yang dikomandai koordinator aksi. Cuaca panas tak mengurangi semangat mereka terus memperjuangkan nasib. Sementara, perwakilan organisasi mahasiswa yang mendampingi para Casis Polwan, menyemangati dengan orasi-orasi perjuangan.

Akibat dari aksi pemblokiran perempatan Kopal ini, sebagian ruas jalan Jalan Yos Sudarso mulai dari Wirsi, depan restoran Wong Solo hingga di samping Polsek Manokwari Kota tutup. Kendaraan dari arah Fanindi menuju Wosi dan sebaliknya terpaksa memilih jalur lain. Sejumlah anggota Satuan Lalulintas berjaga-jaga.

Didampingi perwakilan organisasi   kemahasiswaan, para eks Casis Polwan sebanyak 72 orang  ini menuntut agar mereka dapat diterima pada penerimaan gelombang kedua Casis Polri afirmasi Otsus. Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama MRP PB sedang memperjuangkan agar ada tambahan kuota 84 Casis Polwan.

Massa meminta  kepada Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,MSi dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing agar mendengarkan aspirasi. “Mari Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda datang ke sini untuk dengarkan aspirasi adik-adik kita ini yang memperjuangkan masa depan mereka. Kalau tidak datang, maka kami akan turun untuk kedua kalinya menyampaikan tuntutan yang sama,” ujar Silas Kalasuat mewakili GMNI.

Para mahasiswa mengancam akan melakukan aksi yang lebih luas dan memblokade kota Manokwari demi memperjuangkan 72 eks Casis Bintara Polwan afirmasi Otsus. Para eks Casis Polwan ini gagal pada penentuan kelulusan akhir (panthokir) dan sudah 6 bulan tetap bertahan di Manokwari dengan harapan dapat diakomodir pada gelombang kedua.  “Kami berharap kepada Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda agar 72 adik-adik kita ini dapat diakomodir masuk ke dalam kuota 84 yang akan diberangkatkan pada bulan Februari 2022. Enam bulan berada di Manokwari tanpa perhatian pemerintah. Mereka kos dengan biaya sendiri demi memperjuangkan nasib. Adik-adik kita ini berasal dari keluarkan pas-pasan, orang tua petani dan nelayan,’’ ujar Silas.

Wapolres Manokwari Kompol Agustina Sineri,S.Pd serta sejumlah perwira polisi yang berada di lokasi kejadian, namun massa hanya mau bersedia ditemuai Gubernur dan Kapolda. “Kami tidak mau ditemui perwakilan, hanya gubernur dan Kapolda yang temui kami. Kalau tidak datang juga, kami akan terus berdiri dan duduk dini,” tegas Silas.

Ia meminta kepada gubernur dan Kapolda untuk mengakomodir 72 eks Casis Polri, setelah itu bisa membicarakan tahapan penerimaan berikutnya. “Mau penerimaan 1.000 atau 5.000 lagi silakan, tetapi yang 72 ini selesaikan dulu. Mereka menunggu kejelasan, jangan digantung,” tegas Silas Kalasuat. Hingga menjelang malam, massa masih tetap setiap menggelar aksi di perempatan Kopal. Sebagian Jalan Yos Sudarso tetap ditutup sehingga kendaraan dialihkan ke ruas jalan alternative. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed