oleh

DWP Salurkan 346 Paket Bama

-Metro-95 views

SORONG- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Maybrat selama masa karantina wilayah akibat bencana Pandemi Covid-19 menyalurkan kebutuhan pokok bahan makanan (Bama) khusus kepada 346 pengurus distrik dan anggota yang tersebar di 24 distrik se-Kabupaten Maybrat. Sedangkan Pengurus DWP yang melekat pada dinas, badan maupun kantor mendapat bantuan karena menjadi tanggung jawab penasehat DWP di OPD masing masing.

Ketua DWP Kabupaten Maybrat, Ny. Irene Saa, ST, M.Si, usai menyerahkan bantuan Bama secara simbolis kepada empat perwakilan DWP Distrik, yakni Distrik Ayamaru Timur, Ayamaru Utara Timur, Ayamaru Utara, Ayamaru Selatan Jaya di Kambuaya (7/7) menjelaskan, Bama yang diberikan berupa beras, mie instan, minyak goreng, daun tea, gula dan susu.

“Kami juga punya kepedulian di gereja, kami membantu pengadaan galon dibeberapa dedominasi gereja yang ada di empat distrik untuk keperluan mencuci tangan atau pengisian air bersih isi ulang,” ucap istri terkasih mantan Sekda Kabupaten Maybrat itu.

Atas program dimasa pandemi tersebut, pihaknya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat dan juga penasehat DWP, Ny. Dr. Naomi N. Sagrim, S.KM, M.Kes yang punya kepedulian membantu DWP Kabupaten Maybrat, sehingga program DWP dapat terlaksana dengan baik. Selain menyalurkan bama dimasa pandemi cCovid-19, lanjut Ketua DWP, di bulan Agustus mendatang juga akan melakukan kegiatan pembinaan kepada anggota, diantarannya sosialisasi dan menyediakan seragam kepada anggota.

Diakuinya, kendala yang dihadapi dalam mengorganisir pengurus dan anggota baik dilevel dinas dan juga distrik adalah faktor geografis, sehingga pihaknya tidak dapat menjangkau semua distrik terutama distrik – distrik yang jauh seperti willayah Aifat Timur Jauh dan Mare Raya. Yang kedua diakuinya, perlu banyak pembinaan untuk merubah karakter dan pola pikir anggota yang terhimpun dengan berbagai latar belakang pendidikan.

“Tantangan kami adalah merubah karakter dan pola pikir anggota yang datang dengan berbagai latar belakang pendidikan. Apalagi dampak politik pasca Pileg dan Pilkada juga ikut mempengaruhi, sehingga untuk membentuk mereka agar lebih bertumbuh dan berkembang membutuhkan proses yang cukup panjang,” tuturnya. (ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed