oleh

Dukung Program Pemerintah, BMKG Gelar SLCN

SORONG-Guna mendukung Program Pemerintah terkait Ketahanan Pangan Nasional, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Station Meteorologi Kelas I DEO Sorong, menyelenggarakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Gedung UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Papua Barat, Kamis (17/6). Peserta berasal dari semua elemen, diantaranya para nelayan, pers, dan TNI.

Pengamat Meteorologi Geofisika Madya Pusat Meteorologi Maritim BMKG Pusat, Sugarin, kepada Radar Sorong ketika ditemui usai menyampaikan materi. Ia menjelaskan bahwa SLCN sebagai salah satu kegiatan program nasional. SLCN merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap Informasi cuaca maritim guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

“SLCN merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang dilaksanakan. Prinsip SLCN adalah perhatikan cuaca sebelum melaut,” tegasnya.

Dijelaskannya bahwa kegiatan SLCN Tahun 2021 secara garis besar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peserta dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca dan iklim maritim. “Serta informasi prakiraan lokasi ikan yaitu Peta Perencanaan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) dari sumber terpercaya. Yang memiliki kewenangan mengeluarkan informasi tersebut kepada komunitas yang mata pencahariannya berhubungan langsung dengan dunia maritim,” jelasnya.

Dikatakannya, BMKG melakukan pengamatan parameter-parameter Cuaca laut menggunakan peralatan meteorologi untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca maritim. Peralatannya diantaranya ADCP yaitu alat mengukur kecepatan arus, alat ini biasa diletakan di dasar perairan atau di bawah lambung kapal. Wave Gilder yaitu alat pengamatan caura yang bergerak mengapun di permukaan laut. Coastal Buoy, alat ini merupakan sebuah pelampung yang ditambatkan pada dasar perairan yang berfungsi untuk navigasi kapal, pengamatan cuaca maritim dan mitigasi tsunami.

“Kedepan kita akan memasang peralatan di laut Indonesia. Karena luas wilayah kita, memang laut lebih besar. Tujuannya dengan memasang alat tersebut, supaya kita punya data-data di laut. Karena memang kesulitan kita tidak punya armada kapal juga maka alat kita titipkan ke Armada kapal untuk mengamati secara online. Jadi datanya update secara online dan itu masuk langsung ke server di BMKG. Setelah data diamati, kita ada kewajiban internasional. Data untuk pembuatan model gelombang, tujuannya supaya makin banyak data, makin bagus dan prakirannya menjadi akurasinya tinggi,” katanya.

Ia mengimbau kepada para nelayan dengan adanya perubahan cuaca yang ekstrem, maka para nelayan agar mendapatkan informasi peringatan dini dari BMKG. “Supaya dia mau berlayar selamat. Jangan nanti berangkat selamat, pulangnya hilang. Cuaca ini otomatis cepat berubah,” pungkasnya.

Salah satu nelayan, Michael mengatakan SLCN oleh BMKG sangat membantu nelayan. Sehingga nelayan yang dari tidak bisa memahami laut, cuaca, gelombang. “Maka lewat sekolah ini, disampaikan oleh BMKG memberi satu pandangan yang cerah maka kita mengerti kondisi dan situasi laut. Apabila mau melaut, kita lihat cuaca dari hasil kita sekolah kita sudah bisa memahami. Kedepan kegiatan yang dilakukan oleh BMKG seperti hari ini, kalau bisa kegiatan ini dilakukan setiap tahun,” harapnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed