oleh

Dukung Peningkatan Jalan Nasional

-Metro-135 views

SORONG– Berlangsung di balai pertemuan Pemerintah Kampung Kambuaya, Kabupaten Maybrat, yang saat ini dijadikan Sekretariat Satgas Covid-19 Distrik Ayamaru Timur, pertemuan Pemerintah Daerah, DPRD Maybrat, pihak Balai Pembangunan Jalan Nasional (PJN), dan perwakilan tokoh  Ayamaru Raya, Yumases Raya dan Mare Raya untuk menyamakan persepsi terkait rencana peningkatan jalan Nasional mulai dari Pos Perbatasan Kabupaten Maybrat di Sehu Distrik Ayamaru Barat sampai Bandara Kambuaya dan Yumases Raya sampai dengan Mare Raya.

Pertemuan yang di pimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa tersebut prinsipnya mendukung, rencana pekerjaan penggusuran perbaikan dan pelebaran ruas jalan Nasional direncanakan, pekerjaannya dimulai tahun ini.

“Prinsipnya baik pemerintah, DPRD dan kami para tokoh mendukung pembangunan jalan Nasional dari Pasir Putih hingga Bandar Udara Kambuaya, Fratafen, Yumases Raya hingga Mare Raya yang dikerjakan oleh Balai Pembangunan Jalan Nasional di Maybrat,” kata salah satu tokoh pemuda asal Kampung Kambuaya Jhon R. Simon, melalui sambungan telepon seluler 

Pertemuan yang digagas  Forum Pemuda Peduli  Kyahai (FPPK)  yang diketuai Merari  Kambuaya tersebut, lanjut Jhon,berjalan cukup dinamis. Adapun masukan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat pemilik hak ulayat perwakilan Ayamaru Raya, Mare Raya dan Yumases Raya adalah ikut mendukung proses pekerjaan yg dikerjakan Balai Perencananan Jalan dan Jembatan Wilayah Maybrat.

“Namun yang jadi pertimbangan, khususnya daerah icon sejarah tidak boleh diganggu, karena itu warisan nenek moyang yang patut dilestarikan” tandasnya.

Ia menuturkan, situs bersejarah merupakan hal mendasar yang perlu diperhatikan oleh pekerja untuk keberlansungan anak cucu dikemudian hari dan juga merupakan aset sebuah daerah untuk dijadikan wisata bagi beberapa tempat yang jadi fokus pekerjaan tersebut. 

Aspirasi tersebut telah disikapi baik oleh pihak Balai PJN. Dalam penjelasannya, pihak balai mengapresiasi komitmen dan sikap masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Maybrat, terutama perkejaan pembangunan jalan Nasional. Terkait icon situs bersejarah, lanjut Simon, pihak balai tetap akan menjaga dan melindungi.  Salah satunya, situs bersejarah Fra Tafen dan Fra Siwa.(ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed