oleh

Dua Tsk Pembuat Milo Dilimpahkan

TB (38) dan AL (51) resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaimana, Senin (5/10), kedua tersangka ini ditahan, setelah berkas perkara dengan kasus pembuatan minuman keras Lokal (Milo) jenis sopi, dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum, setelah serah terima tersangka dan barang bukti (pelimpahan) kasus tersebut.
“Mereka diduga melakukan tindak pidana memproduksi, menyimpanan, dan mengedarkan pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan dan menjamin keamanan pangan dan /atau keselamatan manusia berupa minuman Keras jenis Sopi,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana Sutrisno Margi Utomo, SH, MH melalui Kasi Intel Diky Wahyu Ariyanto, SH, kepada wartawan, Selasa (6/10) di Kantor Kejari Kaimana.
Dikatakan Dicky, barang bukti yang diserahkan oleh penyidik kepada Penuntut Umum berupa miras jenis Sopi siap edar, serta sejumlah bahan baku dan alat yang digunakan untuk memproduksi miras tersebut.
TB dan AL ditahan di sel tahanan Polres Kaimana, selama 20 hari ke depan. Keduanya terancam 15 tahun penjara, jika terbukti dipersidangan melanggar pasal 135 Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan pasal 204 ayat (1) KUHAP.
“Mereka dijerat dengan Pasal 135 dengan hukuman 15 tahun penjara, bahkan apabila miras ini mengakibatkan orang meninggal dunia maka bisa diancam 20 tahun penjara,” tegasnya Dicky.
Dalam keterangannya juga Dicky berharap, dengan adanya tindakan hukum kiranya akan memberikan efek jera, dan menekan dampak penyebaran minuman keras beralkohol di Kaimana.
Untuk diketahui, kasus ini mulai bergulir sejak 28 Juli 2020 lalu, ketika aparat kepolisian Polres Kaimana, mengembangkan laporan masyarakat tentang adanya produksi miras lokal jenis sopi.(fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed