oleh

Dua Penumpang Pesawat yang Dibakar KKB Diselidiki

TIMIKA – Kapolda Papua, Irjen Pol Drs ­Paulus Waterpau menyebut, aparat keamanan sejauh ini masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam aksi pembakaran satu unit pesawat MAF PK-MAX pada Rabu (6/1) lalu di Kampung Pagamba, Distrik Biandoga, Kabu­paten Intan Jaya.

Kapolda yang ditemui wartawan pada Jumat (8/1) kemarin di Hotel Horison Timika mengungkapkan, selain upaya pengejaran, pihaknya kini juga masih berupaya untuk mencapai lokasi kejadian perkara untuk melihat secara langsung dan memastikan kondisi pesawat yang dibakar oleh KKB di Kabupaten Intan Jaya itu.

“Dalam rangka upaya untuk memastikan kondisi pesawat dan keadaan di lokasi kejadian, memang kami sedikit agak kesulitan. Sebab wilayah ini kalau kita lihat dari peta, memang agak sulit daerahnya untuk dijangkau. Bahkan Kapolres Intan Jaya pun sampai hari ini (Jumat kemarin, Red) belum bisa laporkan berapa jarak tempuh dari Intan Jaya ke lokasi kejadian, karena mereka di Intan Jaya sana terkendala dengan signal,” jelas Kapolda.

Meski demikian, Kapolda menyebut jika pihaknya telah mengerahkan personelnya yang ada di Kabupaten Intan Jaya, untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk mengupayakan menuju ke lokasi kejadian.

“Sementara ini sudah saya arahkan untuk Satgas Nemangkawi yang bertugas di sana (Intan Jaya), untuk membangun komunikasi dengan satuan terkait, untuk hari ini (Jumat kemarin) rencanakan untuk bagaimana bisa masuk ke TKP. Makanya, ini kami masih menunggu perkembangan dan laporan dari Kapolres Intan Jaya. Karena memang kendala terbesar ada dua, selain cuaca atau medan, juga komunikasi. Makanya kami tidak bisa berkominikasi lancar dengan rekan-rekan yang satuan tugas di Intan Jaya,”ungkap Irjen Waterpauw.

Lebih lanjut Kapolda menerangkan bahwa berkaitan dengan proses penyelidikan kasus pembakaran pesawat MAF PK-MAX itu, pihaknya masih berupaya mencari informasi terkait siapa sebenarnya dua penumpang yang saat kejadian itu menumpangi pesawat tersebut.

“Kami sedang cek juga sebenarnya yang carter pesawat itu, apakah tokoh adat di situ ataukah mereka ini masyarakat biasa ataupun yang lain (anggota/simpatisan KKB). Makanya kita harus pastikan, karena sesungguhnya kampung itu sulit untuk dijangkau. Yang jelas kami akan cek, siapa yang dua orang itu, lalu barang apa yang mereka bawa untuk memastikan bagi kami bahwa pesawat itu di carter orang atau pihak yang bertanggungjawab,” urainya.

Sebelumnya satu unit pesawat MAF PK-MAX yang di piloti Warga Negara Asing (WNA), Alex Luferchek, Rabu (6/1) lalu dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Biandoga, Kabupaten Inten Jaya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed