oleh

Dua Pejabat Sorsel Kembalikan Mobil Dinas

SORONG-Dua mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan resmi menyerahkan kembali kendaraan roda empat (mobil) dinas kepada Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Sorong Selatan Marthen Antoh yang disaksikan oleh Kasi Datun Kejari Sorong, I Putu Gede Dharma Putra di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sorong, Jumat (11/6).

Dua mobil dinas yang merupakan aset daerah tersebut, yang pernah dikuasai oleh Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Mantan Kepala Dinas Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

Kasi Datun Kejari Sorong, I Putu Gede Dharma Putra menjelaskan sebanyak 89 aset daerah berupa kendaraan roda empat (mobil) yang berada dalam penguasaan mantan pejabat Kabupaten Sorong Selatan. Oleh karena itu, ia mengundang 30 mantan pejabat yang berada di Sorong dalam rangka pengembalian aset, namun hanya 10 mantan pejabat yang hadir, dan yang menyerahkan secara langsung hanya 2 mantan pejabat.

“Sedangkan 8 pejabat lainnya, mengakui kendaraannya dibengkel dan kondisi kendaraannya bervariasi namun rata-rata kendaraannya rusak berat. Siang ini, kami akan menderek 3 mobil lagi, jadi 5 kendaraan yang akan dikembalikan, tersisa 84 kendaraan lagi,”jelasnya kepada awak media, kemarin.

Kasi Datum mengakui penarikan aset tersebut tidaklah mudah lantaran rata-rata aset mobil dalam keadaan rusak berat. Bahkan, sedang dalam masa perbaikan di beberapa bengkel. Ia berharap agar para pejabat maupun mantan pejabat yang kendaraannya masih tersimpan di rumah dan bisa dikendarai, diharapkan kehadirannya untuk memenuhi undangan Datum Kejaksaan Negeri Sorong.

“Setelah ini, kami akan berangkat ke Sorong Selatan untuk melihat aset-aset mobil lainnya,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Sorong Selatan Marthen Antoh mengatakan, terkait perkembangan aset Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan ditekan oleh KPK, sehingga pihaknya terus melakukan penertiban aset. 

“Bagaimana pun juga kami tidak akan melupakan jasa bapak dan ibu yang telah mengabdi kepada daerah. Aset ini dikumpul dulu kemudian dinilai oleh tim baru selanjutnya KPKNL akan melakukan pelelangan. Apabila bapak dan ibu masih menginginkan kendaraan tersebut bisa mengikuti lelang,”ungkapnya.

Diakui Marthen, awalnya ia sudah menyurati namun aset masih belum terkumpul juga. Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng Kejaksaan Negeri Sorong guna melakukan penertiban aset berupa kendaraan dinas. Karena, kendaraan dinas tersebut ada yang dibawa ke kabupaten lain.

“Nanti akan kita lakukan penilaian barulah diserahkan kepada pegawai atau pejabat yang baru,”tuturnya.

Mantan Bupati Sorong Selatan melalui kuasa hukumnya, Haris Nurlette, SH.,MH menyampaikan, saat ini mobil dinas yang dikuasai kliennya tengah berada di rumah. Jika sewaktu-waktu Pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Sorong mau melakukan penarikan, maka pihaknya siap menyerahkannya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed