oleh

Dua Mahasiswa Pascasarjana IAIN Lulus Cumlaude

-Metro-175 views

SORONG – Dua orang mahasiswa program pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Ruslan Rasid, S.Pd.I., M.Pd dan Hilman Djafar, S.Pd.I., M.Pd menjalani prosesi yudisium secara daring. Keduanya menghanturkan ucapan syukur karena telah berhasil lulus dengan predikat cumlaude meski di tengah kondisi pandemi.

Ruslan Rasid, S.Pd.I, M.Pd mengerjakan tesisnya dengan mengangkat tema strategi ‘Kepimpinan Transformatif K.H. Ahmad Anderson Meage Dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Sorong’. Alasan yang melatar belakangi promovendus mengangkat tema tersebut yakni, karena tingginya sifat egosentris antar umat beragama.

“Sifat egosentris ini banyak tertuang di media sosial bahkan dalam bentuk ujaran kebencian yang menjatuhkan suatu golongan dari agama yang berbeda. Saya rasa banyak orang yang masih menutup dirinya dari dunia luar, sehingga sulit menerima keberagaman agama. Mereka merasa dirinya dan agamanyalah yang paling benar, merasa dirinya paling suci. Jadi itu yang harus diluruskan,” ungkapnya kepada Radar Sorong usai menjalani prosesi yudisium di gedung pasca sarjana, Selasa (16/6).

Dirinya juga berhasil membukukan tesis tersebut. Pada tahap pertama ini, buku tersebut sudah dicetak sebanyak 500 buah dan sudah mulai diperjual belikan.

Sementara untuk Hilman Djafar, S.Pd.I., M.Pd menyelesaikan tesisnya dengan berjudul ‘Strategi Kepemimpinan Rektor UMS dalam Mengembangkan Catur Dharma Perguruan Tinggi di Papua Barat’. Judul tesis ini dipilih sebagai alasan dari kegelisahan akademik terkait konsep Catur Dharma Perguruan Tinggi yang diterapkan di kampus UMS. Padahal persentase mahasiswa UMS yang non muslim jauh lebih mendominasi jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang beragama Islam.

“Setelah saya melakukan penelitian ternyata pada semester satu dan dua ternyata ada pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyyahan bagi seluruh mahasiswa dan sama sekali tidak ada penolakan dari mahasiswa non muslim. Keadaan itu rupanya sudah lama berjalan bahkan hingga saat in usia UMS sudah memasuki 40 tahun. Itulah alasnnya mengapa saya begitu ingin mengetahui strategi apa yang digunakan rektor UMS sehingga bisa melakukannya,” bebernya.

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Pasca Sarjana IAIN Sorong, Dr. H. Surahman Amin, Lc., MA mengatakan kedua tesis ini sangat bisa dijadikan literature bahan bacaan yang bermanfaat. Benefit lainnya adalah tesis ini sangat membantu menciptakan kader-kader lebih baik lagi. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed