oleh

Drainase Wilayah Pasar Obor Butuh Pengerukan

-Metro-117 views

Sudah Lama tak Mendapatkan Perhatian Pemerintah

SORONG – Salah satu warga wilayah Pasar Obor RT 003/RW 01, Danang mengeluhkan perhatian pemerintah terhadap wilayah tempat tinggalnya. Menurutnya, ketika terjadi hujan maka rumahnya dan beberapa rumah di alamat tempat tinggalnya terendam banjir. Bisa 1 meter bahkan 2 meter akibat drainase yang tidak pernah dikeruk. Ia dan warga sekitar juga telah menyurat ke Dinas PU Kota Sorong sejak 25 Maret 2021.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Saya mewakili RT 003/RW 01, mengenai dampak banjir di lingkungan kami. Karena kami posisinya itu di daerah Pasar Obor depan kantor wali kota persis. Itu sama sekali tidak tersentuh bantuan dari pemerintah Kota Sorong berpuluh tahun. Bantuan kami yang diperlukan itu pengerukan drainase,” ujarnya kepada Radar Sorong.

“Karena pada bulan April kemarin kita sudah masukkan surat ke PU Kota, yang mereka minta harus masukan surat untuk permohonan pengerukan. Surat sudah ditandatangani juga oleh kelurahan itu tidak ada tindakan sampai sekarang. Kami lihat itu PU Kota fokus di daerah kilo 9 dan kil0 10. Sedangkan kami di depan kantor wali kota ini puluhan tahun tidak sama sekali disentuh,” sambungnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pernah ada pengerukan dari Dinas PU Kota Sorong tetapi sekitar 20 tahun yang lalu, tapi seadanya. Got (drainase) yang tersumbat di lingkungan RTnya ada di belakang kantor BPS Kota Sorong. Dimana aliran air drainase sama dengan toko Gramedia. Kemudian di depan gereja Getsemani dari Aspen lurus pertemuannya di belakang kantor BPS dan alirannya ke kali Remu melewati belakang kantor PU Kota.

“Karena aliran kami itu utama, aliran dari daerah Malanu sama Aspen. Nah sampah dari Malanu terbawa dan kita imbasnya. Terjadi endapan dan sampah yang banyak menumpuk. Kami yang sering sekali mengalami kebanjiran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa Pernah terjadi banjir setinggi 2 meter. Lebih sering itu terjadi pada Juli-Agustus-September 2020 pada tanggal 16 dan tingginya banjir 1 meter lebih. “Saya yang kena imbas, karena rumah saya sering kebanjiran dan wilayah situ. Jadi warga situ sering bersihkan drainasenya dan akhirnya capek, lelah,” ungkapnya.

“Karena banjirnya masuk ke rumah, terus berapa hari lalu banjir lagi. Untung hujan berhenti jadi dia tidak setinggi 1 meter. Kerugiannya seperti barang elektronik, perabotan rumah tanga seperti kursi, meja dan sebagainya. Kami selalu harus mengganti dan mengganti dan akhirnya rumah juga rusak karena seringnya banjir,” sambungnya.

Ia berharapkan pemrintah kota melalui Dinas PU Kota Sorong segera untuk melakukan pengerukan drainase pada wilayah tempat tinggalnya. “Kalau memang belum bisa perbaiki drainase untuk  lebih bagus.  Drainasenya tolong dikeruk di daerah kami di Pasar Obor,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed