oleh

DPMK dan WWF Fasilitasi Pembekalan Pokja RPJMK

SAUSAPOR– Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Tambrauw, Pemerintahan Kampung Womom, Pemerintahan Kampung Saubeba  bersama WWF Indonesia memfasilitasi Pembekalan kelompok kerja (Pokja) Rencana Penyusunan Program Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) Kampung Womom dan Kampung Saubeba menuju kampung hijau di Distrik Abun Kabupaten Tambrauw, berlangsung di aula gedung Pemberdayaan Perempuan kemarin (8/8).

Dalam kegiatan dilaksanakan dalam rangka menentukan arah kebijakan pembangunan yang terstruktur, sistematis, terkontrol dan berbatas waktu. Program pembangunan yang direncanakan harus sesuai dengan kondisi soial budaya masyarakat setempat, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Desa telah mengatur dengan jelas terkait tujuan dari pembangunan desa seperti yang terkutip dalam pasal 78 bahwa Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Kepala DPMK Kabupaten Tambrauw, Tunggul Panjaitan menjelaskan, Provinsi Papua Barat adalah provinsi pembangunan berkelanjutan dan Kabupaten Tambrauw adalah juga kabupaten pembangunan berkelanjutan dan juga diintegrasikan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tambrauw Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi, maka rencana pembangunan harus sesuai dengan amanah Peraturan Daerah yaitu pembangunan berkelanjutan. 

Model pengelolaan kampung hijau (green village) yang saat ini diinisiasi agar terakomodir dalam dokumen RPJMK oleh DPMK Kabupaten Tambrauw, Pemerintah Kampung Womom, Pemerintah Kampung Saubeba bersama WWF Indonesia wilayah Kabupaten Tambrauw  memuat aspek-aspek pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu sangat penting didorong dalam rencana pembangunan kampung agar pemerintah kampung dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam serta jasa lingkungan secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung.

Sementara itu Wika Rumbiak selaku landscape Manager wilayah Papua Barat, WWF ID Program Papua menyatakan bahwa peningkatan kapasitas melalui pembekalan penyusunan RPJM Kampung dilakukan agar Pokja penyusunan RPJMK dapat memahami konsep RPJMK, model pengelolaan kampung hijau dan regulasi yang relevan. Sehingga kedepannya Pokja yang akan mereview dokumen RPJMK, menyusun indikasi program dan pengalokasian anggaran tentunya  sesuai  visi misi kepala kampung yang mendukung program-program kampung hijau (raf).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed