oleh

DPC SPNI imbau Buruh Introspeksi

-Metro-122 views

SORONG – Dikarenakan wabah Virus Corona (Covid-19), Serikat Pekerja Nasional Indonesia (SPNI) Kota dan Kabupaten Sorong tidak menggelar orasi terkait tuntutan terhadap kesejahteraan buruh di Hari Buruh tanggal 1 Mei tahun ini. 

Padahal menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPNI Kota dan Kabupaten Sorong, Papua Barat. Piter Sagisolo, Hari Buruh merupakan waktu yang tepat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait beberapa hal yang dianggap merugikan buruh di Indonesia. 

“Omnimbus Law salah satunya, yang justru dalam kondisi saat ini digunakan oleh DPR RI yang bertolak belakang dengan buruh untuk menggodok rancangan Undang – Undang tersebut,” ucapnya. 

Meski sebelumnya, penolakan terhadap RUU Omnimbus Law telah disampaikan oleh serikat buruh beberapa waktu lalu ke DPRD Kota Sorong. Tidak hanya itu, kedepannya apabila Omnimbus Law tetap disahkan, maka SPNI akan tetap mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. “Kalau tetap disahkan, kami tidak segan untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi,” tegasnya. 

Sementara itu dikatakan Wakil Ketua I DPC SPNI Kota dan Kabupaten Sorong, Yohanes Lermatin menekankan agar seluruh buruh dapat lebih intropeksi diri, khususnya dalam pemilihan – pemilihan (agenda politik red) yang akan datang, baik legislatif maupun eksekutif. 

Dimana, buruh yang berjumlah 58 juta secara nasional tidak mempunyai kekuatan sepernuhnya, karena dimanfaatkan dalam pemilihan umum, sehingga yang menguasai senator DPR RI maupun DPRD hampir rata-rata pengusaha. 

Untuk itu, ia mengajak seluruh buruh agar dapat menggunakan hak suaranya pada Pemilu, baik legislatif maupun eksekutif berdasarkan figur orangnya, bukan dikarenakan uang yang dijanjikan. 

“Jangan karena duit, akhirnya mereka jadi dan buruh tetap seperti ini, buktinya Omnimbus Law, yang mungkin mematikan nasib buruh,”tandasnya. (nam) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed