oleh

Dokumen Cawabup Maybrat Dikembalikan ke Parpol Koalisi

SORONG – Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Bupati Maybrat Sisa Masa Jabatan 2017-2021, menyerahkan dokumen hasil verifikasi berkas Calon Wakil Bupati Maybrat kepada pimpinan partai politik (Parpol) koalisi Sagrim-Kocu (SAKO) yakni Partai Golkar, PDIP, PKS dan Nasdem. Ketua Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat, Thomas Aitrem kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler mengatakan, selanjutnya internal parpol koalisi SAKO membahasnya kembali untuk menentukan dua nama Cawabup Maybrat lalu diusulkan kembali ke pansus sesuai ketentuan peraturaan perundang-undangan yang berlaku. 

Dibeberkannya, dokumen Cawabup Maybrat yang diusung Partai Golkar dan PKS atas nama Sarteis Wanane, diterima langsung Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maybrat yang juga Wakil Sekertaris Jenderal  (Wasekjen) DPP Partai Golkar, Drs. Bernard Sagrim,MM. Dokumen Cawabup Maybrat atas nama Markus Jitmau,S.Sos diterima Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maybrat, Septinus Engel Naa,SH, sedangkan dokumen Cawabup Maybrat atas nama Leonardus Kore diterima langsung Ketua DPC Partai Nasdem  Kabupaten Maybrat, Agustinus Tenauw,S.Sos,M.Si. Prosesi penyerahan dokumen Cawabup Maybrat oleh Ketua Pansus, berlangsung di kediaman Ketua DPRD Maybrat yang sekaligus anggota pansus, Ferdinando Solossa,SE.

Thomas Aitrem menyatakan, pada prinsipnya setelah dilakukan verifikasi terhadap berkas ketiga calon, seluruh dokumennya dinyatakan lengkap. Namun yang menjadi masalah sehingga dokumen para calon dikembalikan, karena terdapat lebih dari dua nama calon yakni, Sarteis Wanane yang diusulkan Partai Golkar dan PKS, Markus Jitmau diusulkan PDIP dan Leonardus Kore diusulkan Partai Nasdem.

Lebih lanjut Aitrem menjelaskan, Partai Golkar bukan lagi satu nama calon yaitu Sarteis Wanane, tetapi terdapat dua nama calon dalam satu rekomendasi yaitu Sarteis Wanane dan Jhon Fatie.  “Dari empat nama calon, hanya tiga yang melengkapi persyaratan dan dokumennya dinyatakan lengkap, sedangkan Jhon Fatie pada masa pendaftaran dan perbaikan berkas yang bersangkutan tidak melengkapi berkas, tapi namannya juga ada di rekomendasi Golkar yang diturunkan oleh DPP Golkar,“ jelasnya.

Menurut Thomas Aitrem, karena aturan menghendaki hanya dua nama sedangkan yang mendaftar lebih dari dua nama,  sehingga pansus mengembalikan dokumen calon ke pimpinan parpol koalisi untuk dimusyawarahkan guna mendapatkan dua nama, barulah diusulkan kembali ke pansus untuk ditetapkan. “Setelah berkasnya dikembalikan kepada pimpinan parpol koalisi, maka dalam waktu 30 hari  terhitung sejak 15 Maret sampai dengan 15 April mendatang berkas dua calon sudah harus masuk ke pansus,” tegas Aitrem.

Sementara itu, Ketua DPRD Maybrat, Ferdinando Solossa,SE yang dikonfirmasi membenarkan adanya pertemuan di kediamannya tersebut, namun untuk lebih jauh menyoal isi pertemuan yang berlangsung penuh keakraban pada Minggu (21/3) lalu, ia enggan memberikan komentar. “Sebaiknya ditanyakan langsung ke Ketua Pansus atau pimpinan partai politik,” ucap Ketua DPRD Maybrat dua periode ini kepada Radar Sorong. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed