oleh

Diteriaki Angkat Honorer K2, Jokowi Balik Tanya Mendagri

-Berita Utama-1.115 views

MANOKWARI – Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Minggu (27/10), diteriaki oleh warga agar mengangkat pegawai honorer K2 menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Teriakan pengangkatan pegawai honorer K2 ini disampaikan ketika Presiden menemui ribuan warga yang memadai lapangan Irai, Distrik Anggi. Warga meneriakkan pengangkatan honorer ketika Presiden menjawab permintaan Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy terkait pembangunan jalan, lapangan terbang, Puskesmas dan usulan pemekaran kampung. “Angkat K2, K2,K2,” ujar seseorang dari kerumunan warga.

Teriakan pengangkatan K2 menjadi PNS ini didengar Presiden yang berdiri di atas podium bersama Ibu Negara dan Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan dan Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy.  Namun Presiden tak menjawab secara jelas permintaan pengangkatan honorer K2 menjadi PNS. Presiden malah balik bertanya ke Mendagri yang berdiri disampingnya. 

“K2 ya, tadi sudah, udah dicatat Pak Mendagri. Pak Mendagri bagaimana dengan K2,” ujar Jokowi. Aspirasi pengangkatan honorer K2 menjadi PNS lanjut Presiden menjadi kewenangan Mendagri. “Urusan K2 itu Pak Mendagri,” kata Jokowi.

Selain pengangkatan K2, secara spontan Bupati  Pegaf mengusulkan ke  Presiden agar menindaklanjuti usulan pemekaran kampung. Pemkab Pegaf telah memekarkan kampung namun persetujuan terakhir ada di Mendagri. “Kita ada pemekaran kampung Pak. Kampung baru sudah diproses.  Kami  harapkan Bapak Menteri Dalam  Negeri segera keluarkan PP (Peraturan Pemerintah) kampung,” ucap Yosias. Bupati beralasan, selama ini masyarakat Pegaf menyebut dana kampung sebagai dana Jokowi. “Jadi kami minta segera dimekarkan kampungnya,” ujar Yosias.

Menanggapi aspirasi Bupati Pegaf, Presiden meminta kepada Mendagri agar menindaklanjuti usulan pemekaran kampung di Kabupaten Pegunungan Arfak. “Jadi, biar  Pak Mendagri tindaklanjuti apa  yang disampaikan oleh Bupati Pegunungan Arfak,” tandasnya.

Tak cukup menyuarakan pemekaran kampung, Bupati Pegaf juga mengusulkan pemekaran kabupaten dan distrik. Menjawab usulan bertubi-tubi dari Bupati Pegaf,  Presiden mengatakan jangan semuanya dimintai. Dan dengan tegas Jokowi menuturkan, pemekaran kabupaten dan distrik nanti dulu.  “Distrik dan kabupatennya nanti dulu. Jangan semuanya diminta, satu-satu diselesaikan, nanti kita lihat lagi. Dua tahun saya akan evaluasi,” ujar Presiden.

Mendagri Tito Karnavian kepada wartawan mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Bupati Pegaf soal usulan pemekaran kampung. Dia akan segera mencermati usulan tersebut selanjutnya melihat kondisi lapangan. “Kita akan melihat beberapa syarat pemekaran kampung, di antaranya jumlah penduduk. Apakah sudah memenuhi syarat atau belum. Kita akan kroscek di lapangan,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela mendampingi Presiden kunjungan di Pasar Anggi, kemarin. 

Tarian Tifa Panjang Sambut Jokowi

Sementara itu, Tarian Tifa Panjang yang merupakan salah satu tarian adat dari Suku Irarutu, dipersembahkan saat kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kaimana, Minggu (27/10)  siang pukul 13.30 WIT. Penari Tarian Tifa Panjang ini berjumlah 12 orang, terdiri dari 6 orang laki-laki dan 6 perempuan. Pada kesempatan penjemputan Presiden Jokowi kali ini, Sanggar Mo Kasien Nat berkesempatan tampil di  Bandara Utarom Kaimana. 

Sanggar ini diasuh Aplonia Tanggarofa (60). Bagi mama Aplonia dan kawan-kawan, pihaknya tidak membutuhkan latihan khusus untuk mempersembahkan tarian menyambut kedatangan RI1, karena mereka sudah terbiasa.  ”Puji Tuhan sanggar kami terpilih untuk penjemputan Bapak Jokowi, ini suatu kebanggaan buat kami. Saya berharap hadirnya Bapak Presiden bisa meningkatkan kunjungan ke Kaimana, sehingga sanggar Adat di Kaimana bisa dikenal luas, ” kata Aplonia Tanggarofa kepada wartawan di  Bandara Kaimana, Minggu (27/10).

Sejak pagi hari jelang kedatangan Presiden, pengamanan di sekitar Bandara Kaimana diperketat. Pengunjung yang akan masuk ke area Bandara, diperiksa barang bawaannya oleh TNI Polri yang sudah disiagakan.  Setelah tiba di Bandara Utarom, Presiden RI bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan, makan siang di salah satu resto. Sore harinya, Jokowi menikmati Senja di Taman Kota Kaimana. 

Saat hendak keluar dari Bandara Utarom, Presiden Jokowi turun dari kendaraannya untuk menyapa warga Kaimana yang sudah menunggu kedatangannya. Bukan saja turun akan tetapi, Presiden menyalami masyarakat disekitar Bandara. Tak lupa pula, presiden membagikan baju kaos hitam bertuliskan Jokowi dan buku kepada warga yang dijumpainya. (lm/fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed