oleh

Disperindag dan BI Akan Gelar Pasar Murah 6-8 Mei

MANOKWARI-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua Barat dan sejumlah distributor barang kebutuhan pokok akan menggelar pasar murah selama tiga hari 6-8 MEI 2021. Kadisperindag Prov Papua Barat George Yarangga, SPi, MM mengatakan, pasar murah dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga pada bulan puasa Ramadhan dan  jelang  perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar murah akan dilaksanakan di lapangan Borarsi. Sejumlah distributor telah siap untuk berpartisipasi dalam  pasar murah ini, CV Makmur Perkasa, Toko Bandang, Toko Peringin, Sinar Suri dan lainnya. Akan menjual kebutuhan pokok dengan harga distributor, seperti gula, tepung terigu, beras, telur ayam, minyak goreng, serta kebutuhan lainnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Disperindag juga mengundang Papua Muda Inspiratif untuk menjual sejumlah komoditi pangan lokal sehingga makin dikenal luas. ‘’Kita harapkan Papua Muda Inspiratif dapat menjual pangan lokal di pasar murah ini,’’ ujar Kadisperindag kepada wartawan di kantor gubernur.

Yarangga berharap pemerintah kabupaten/kota juga dapat melaksanakan kegiatan pasar murah di daerah untuk menjag stabilitas harga barang kebutuhan pokok jelang  Lebaran.  ‘’Barang-barang yang dijual ini pasar murah ini dengan harga distributor dan terjangkau masyarakat. Perlu juga dilaksanakan di kabupaten/kota. Masyarakat bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan harga lebih murah dibanding pasaran,’’ ucapnya.

Masyarakat juga diminta tidak panic dengan menumpuk barang kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Pemerintah telah memastikan semua barang kebutuhan pokok dalam kondisi tersedia dan bertahan untuk tiga bulan ke depan.

‘’Sudah ada imbauan dari pemerintah, pemerintah daerah tetap menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok cukup. Jangan panic buying,’’ pesan Kadisperindag.

Dijadwalkan, Pemprov Papua Barat bersama Bank Indonesia akan melaksanakan rapat TPID (Tim Pengedali Inflasi Daerah) pada, Selasa (27/4). Sekaligus akan dilakukan sidak di sejumlah gudang distributor untuk memastikan stok bahan pokok.

‘’Juga mengingatkan kepada para pelaku usaha agar barang-barang yang kadaluarsa jangan dijual lagi. Kita amati para distributor sudah semakin sadar memisahkan barang yang kadaluarsa,’’ tambahnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed