oleh

Disdukcapil Kecurian, Tidak Ada CCTV-Security

5 Komputer Hilang, Pelayanan Tidak Optimal

SORONG – Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sorong dibobol maling, Jumat (14/5). Peristiwa ini terjadi karena tidak adanya security, bahkan CCTV pun tidak ada. Akibatnya, 5 unit komputer raib digasak pencuri dan pelayanan pun tidak optimal. 

Salah satu warga yang hendak memperbarui data KTP, Acu mengaku terkejut ketika mendatangi kantor Disdukcapil Kota Sorong, namun pintu ditutup dan gedung dikeliling garis polisi. Ia pun melihat ada selebaran kertas yang ditempelkan di pintu dan juga ada di tiang bangunan kantor Disdukcapil. “Akhirnya ini sedikit terhalang karena saya mau ubah data di KTP. Ini kan security harus standby 2×24 jam. Kalau mereka ada, tidak mungkin kehilangan,” ucapnya.

Kadis Dukcapil Kota Sorong, Onesimus Assem,S.Sos,MBA mengatakan, kejadian pencurian terjadi Jumat (14/5). Diduga pelaku masuk melalui jendela bagian pelayanan. 5 unit komputer yang berada di ruang pelayanan diambil. Onesimus memastikan data-data warga yang telah melakukan perekaman e-KTP, pengurusan KK, Akta Nikah, dijamin aman karena sudah tercover di pusat. “Hari Jumat malam terjadi insiden disini, pencuri masuk lewat jendela. Mereka ambil komputer sebanyak 5 unit yang berada di loket pelayanan di depan. Total komputer ada 7 unit, dan 1 rusak, sedangkan yang lain ada di ruang bidang masing-masing,” kata Onesimus Assem. 

Dikatakannya, di Disdukcapil ada security tetapi beberapa waktu lalu sakit dan ijin berobat. Tugas security sementara dirangkap petugas cleaning service, namun karena dia sendirian sehingga kewalahan juga untuk berjaga satu malam sampai pagi. “Mungkin karena kamampuan APBD kita sehingga sampai hari ini belum ada CCTV. Tetapi untuk tahun ini kita akan pasang CCTV sekaligus kita pasang trali kaca jendela. Data-data warga aman karena tinggal dicetak,” jelas Onesimus Assem yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/5).

Mengingat Kantor Disdukcapil di police line untuk kepentingan penyelidikan kepolisian, maka sementara waktu Disdukcapil hanya melayani khusus yang sudah merekam beberapa waktu yang lalu dan tinggal mengambil dokumen kependudukannya, misalnya orang nikah, cetak kartu keluarga, akta nikah. “Sedangkan yang datang urus dokumen baru, tidak bisa kita layani sementara waktu. Kami sudah upayakan, mudah-mudahan secepatnya satu dua hari kita sudah membuka kembali untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. 

Atas kejadian tersebut, pihaknya secara resmi sudah membuat laporan polisi, dan untuk menyelidiki kejadian tersebut, penyidik Satreskrim Polres Sorong Kota melakukan olah tempat kejadian perkara, Senin (17/5).  “Kami meminta maaf kepada masyarakat Kota Sorong. Jangan berfikir yang tidak-tidak, barang ini benar-benar hilang karena memang pencuri yang ambil, tetapi kami juga tidak diam. Kami upayakan secepatnya berikan pelayanan terbaik kepada warga masyarakat Kota Sorong yang kita cintai,” ucapnya.  

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH mengakui sudah ada laporan dari pihak Disdukcapil pada Jumat (14/5). “Jadi hari Jumat, lebaran kedua kita terima laporan polisinya, kejadia jam 2 malam. Laporan polisi pasal 362 kasus pencurian,  kehilangan di Capil itu ada 5 unit komputer jenis PC, satunya berada di secretariat, empatnya lagi di tempat pelayanan umum.  Yang jelas terhambat semua pelayanan terhadap masyarakat untuk pengurusan surat-surat. Kita sudah olah TKP. Kita juga sudah police line, supaya masyarakat tidak komplain karena barang yang digunakan untuk pelayanan memang dicuri,” jelas Kapolres Sorong Kota. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed