oleh

Disdik Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Diutamakan Pada Siswa Kelas 3 SMP, SMA/SMK dan Kelas 6 SD

MANOKWARI – Dinas Pendidikan Pro­vinsi Papua Barat dan kabupaten/kota terus mematangkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengatakan, pihaknya telah mengirim surat edaran ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota terkait persiapan pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada Januari 2021 atau semester genap tahun pembelajaran 2020/2021. “Surat edaran dari dinas pendidikan provinsi sudah kita kirim ke kabupaten/kota dan ke sekolah-sekolah,” ujar Barnabas Dowansiba kepada wartawan di kantornya, Senin (14/12).

Untuk menguatkan Surat Edaran ­Kepala Dinas Pendidikan, akan diterbitkan ­edaran Gubernur Papua Barat tentang pembelajaran tatap muka. “Ada surat edaran dari gubernur sehingga para bupati dan walikota turut memperhatikan kegiatan pembelajaran di masa pandemi virus corona (Covid-19),” tandas Barnabas.

Dalam surat edaran, Dinas Pendidikan akan mengatur bagaimana proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19, mulai dari rumah sampai di sekolah dan kembali. Pembelajaran tatap muka nantinya akan berlangsung selama 3-4 jam, tanpa istirahat.

Sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan, tempat duduk diatur berjarak. Setelah belajar di dalam ruangan selama 3-4 jam, siswa langsung pulang. “Tidak ada jam istirahat dan tidak ada siswa berbaur di halaman sekolah. Terus setelah pulang sekolah ada pengaturannya juga,” tutur Kadis Pendidikan. Sistem pembelajaran tatap muka, tak semua siswa dalam satu kelas masuk semuanya tetapi diatur secara shift. “Mungkin sekali tatap muka hanya 10-15 siswa. Kita aturlah secara baik,” katanya.

Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Satgas Pengananan Covid-19 untuk menerapkan pembelajaran tatap muka. Kadis Pendidikan mengatakan, pembelajaran tatap muka mesti dilakukan untuk peningkatan kapasitas building. Lagi pula, pembelajaran tatap muka ini lebih diutamakan siswa kelas 3 SMP dan SMA/SMK serta kelas 6 SD yang akan menghadapi ujian akhir. 

“Suka atau tidak suka pembelajaran tatap muka kita laksanakan, daripada nanti anak-anak lulus dengan kemampuan yang tidak bagus. Lebih baik kita atur sedemikian rupa supaya siswa kelas 3 SMP, SMA/SMK dan kelas 6 SD bisa belajar tatap muka,” tuturnya lagi.

Sedangkan untuk kelas 1 dan 2 SMP, SMA/SMK dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dua hari dalam seminggu. Belajar tatap muka untuk mengevaluasi materi yang diberikan saat pembelajaran online.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed