oleh

Disapa Jokowi, Warga Histeris

Warga memadati bagian luar gedung serbaguna Yonif RK 762/Sorong, antre mengikuti vaksinasi massal yang dikunjungi Presiden RI Joko Widodo.

PMB OPBJJ-UT Sorong

SORONG – Euforia kebahagiaan warga Kabupaten Sorong atas kedatangan Presiden RI, Ir. Joko Widodo sangat terasa di lokasi kegiatan penanaman jagung di SP1 Distrik Mariat Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat, Senin (4/10).

Ratusan warga berhamburan keluar rumah untuk bersiap menyambut kedatangan idolanya tersebut. Warga seperti wartawan dadakan yang juga tak mau ketinggalan momen tersebut, bahkan ada yang tetap eksis menayangkan siaran langsung kunker Presiden melalui sosmednya.

Beberapa warga di lokasi kegiatan juga ada yang  sampai menangis histeris sambil meneriaki Presiden agar bersedia bersalaman dengannya. Maria, salah satunya. Ia yang berdiri di barisan paling depan bahkan sampai bergelayutan di aparat TNI yang berjaga saat itu.

Tak sia-sia, Jokowi yang mendengar suara tangisannya pun langsung memanggil Maria. Sambil berurai air mata, ia bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia ini. Ia pun mendapat kesempatan berfoto dan menerima souvenirnya dari RI-1. “Saya macam tidak sadar kalau sedang menangis terus bertemu Pak Jokowi. Rasanya macam mimpi. Tapi saya bersyukur, bisa ketemu langsung dan salaman dengan Presiden yang paling baik itu,” kata Maria sambil tersedu-sedu.

Bukan hanya Maria, pantauan Radar Sorong di lapangan, ada beberapa warga yang mendapat kesempatan langsung untuk dekat dengan Jokowi. Selain menyapa warga dari jarak dekat, Presiden RI bersama Ketua DPR RI, Puan Maharani juga mampir di salah satu lapak warga yang berjualan jagung manis di pinggir jalan.

Kedua tokoh tersebut juga asik menikmati jagung rebus yang dibeli dari warga tersebut. Momen ini banyak diabadikan oleh warga yang berada dekat dari lokasi, dagangan jagung rebus milik warga juga diborong habis.

Usai melarisi dagangan warga, rombongan langsung bertolak menuju Kota Sorong.Usai menanam jagung di SP1 Kabupaten Sorong, Jokowi memantau langsung kegiatan vaksinasi massal yang dilangsungkan di Gedung Serbaguna Yonif RK 762 Kota Sorong.

Dalam kesempatan ini, Jokowi awalnya menerima laporan dari petugas di Manokwari yang menargetkan vaksinasi 600 orang terdiri atas pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. “Bagus bagus sekali, diajak semua para pelajar mahasiswa dan juga masyarakat, utamanya untuk mahasiswa dan pelajar agar bisa pembelajaran tatap muka dilaksanakan secepat-cepatnya,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menerima laporan vaksinasi dari Kabupaten Fakfak yang melaporkan masih ada stok vaksin 5.440 dosis. Mendapat laporan tersebut, Jokowi memerintahkan stok vaksin segera dihabiskan. “Segera dihabiskan, jangan ada stok vaksin, segera disuntikkan, semakin cepat semakin baik,” tegasnya.

Jokowi menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi yang dilakukan demi mencegah penularan Covid-19. “Saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai antusias masyarakat yang begitu besar untuk ikut program vaksinasi massal ini dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 utamanya varian Delta di Provinsi Papua Barat maupun di negara kita Indonesia,” ucap Jokowi.

Antusias warga Kota Sorong yang ingin menyaksikan langsung Presiden Jokowi, sangat tinggi hingga menimbulkan kerumunan, jaga jarak pun tak terhindari, saking ingin melihat langsung Presiden, mereka pun rela berdesak-desakan. Tim keamanan TNI-Polri yang berjaga pun sangat ketat.

Namun, berbeda dengan pedagang asongan yang memanfaatkan momen kunjungan Persiden Jokowi untuk menjajakan dagangannya. Maklum, ratusan orang merupakan pasar potensial untuk mendapatkan rejeki. Tak heran, dagangan mereka cepat habis terjual karena warga yang hendak vaksinasi dan hanya ingin melihat Presiden Jokowi sudah sejak pagi mengantri.

“Alhamdulillah habis. Bersyukur ada Pak Presiden Jokowi, karena biasanya siang atau sore baru pecel habis, tapi sekarang sudah habis padahal baru jam 10 pagi,” kata Suliwi, pedagang pecel yang ditemui Radar Sorong di halaman Poltekkes Kemenkes Sorong yang lokasinya bersebelahan dengan Gedung Serbaguna MakoYonif RK 762 yang menjadi lokasi vakasinasi massal yang ditinjau Presiden Jokowi, Senin (4/10).

Menurut Suliwi yang biasa disapa Bude Pecel, ia biasanya mangkal atau berjualan di dekat Perumnas, namun karena ingin melakukan vaksin dan melihat Presiden Jokowi, ia menjajakan dagangan di halaman Poltekkes Kemenkes Sorong.

“Tadinya saya di dekat Perumnas jualan, karena mau ketemu pak Jokowi dan mau vaksin, jadi jualan di halaman kampus ini,” ungkapnya.Bude Pecel menambahkan bahwa di masa pandemi ini jualannya jika sampai sore rata-rata 50 porsi terjual atau laku Rp 500 ribu, sementara pada hari normal sebelum pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp 800 ribu. “Sekarang sudah cari duit mbak. Mana anak saya masih kuliah. Bapak hanya sebagai petani. Jadi bude bantu jualan pecel. Mana sekarang Covid-19 pendapatan turun,” ujarnya.

Sama halnya dengan pedagang buah manisan, Yono, yang biasanya berjualan di SPBU atau di pasar, namun mengetahui dari temannya bahwa akan ada ramai-ramai di Yonif 762, ia pu bergegas ke sana. “Tadi mau ke SPBU jualan tapi teman bilang disini ramai, ternyata ada pak Presiden. Alhamdulillah banyak yang beli juga, sampai tadi telpon anak untuk bawa lagi karena sudah habis yang pertama,” ungkapnya.

Salah seorang warga, Aldo, yang datang sejak pagi mengaku hendak mengabadikan foto atau video kedatangan Presiden Jokowi. “Bukan mau vaksin, sa mau foto kah rekam pak Jokowi saja. Biasa hanya lihat di TV toh, jadi mau lihat langsung, ternyata pak Jokowi tinggi juga e,” katanya sembari tersenyum.

Usai menantau langsung vaksinasi massal di Mako Yonif 762, Presiden Jokowi menyapa warga yang sudah histeris memanggil namanya. Hanya sebentar menyapa, ia pun melanjutkan ke kunjungannya ke gedung Lambert Jitmau Kota Sorong guna melakukan pertemuan dan memberikan arahan kepada jajaran Forkopimda Papua Barat, Wali Kota dan Bupati se-Papua Barat. (ayu/ian/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed