oleh

Direktur RSUD Kaimana Serahkan DPA ke-13 Kepru

KAIMANA – Sebagai bentuk transparansi dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaimana, Direktur RSUD Kaimana Subhan Hasannoessi menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada 13 Kepala Ruangan (Kepru), pada bagian unit kerja RSUD Kaimana, Jumat (18/6) di  ruangan Direktur RSUD Kaimana.

Sebelum diserahkan, Subhan yang baru menjabat direktur RSUD Kaimana kurang lebih 1 bulan ini, memberikan kesempatan kepada 13 kepala ruangan untuk menyampaikan kendala yang dihadapi saat ini di setiap ruangan atau unit kerja.

Kepada wartawan usai penyerahan, Subhan mengatakan apa yang dilakukan ini sebagai bentuk transparansi, serta merubah gaya kepemimpinan tentang keterbukaan informasi kepada publik. Sehingga akan berdampak kepada pelayanan kepada masyarakat.

“Masa kepemimpinan saya memang baru, akan tetapi ada kerinduan untuk melakukan transparansi terkait penataan anggaran. Kami berharap bisa berdampak kepada pelayanan kepada masyarakat. Sehingga style atau gaya saya rubah, yang tadinya dokumen anggaran itu sebagian orang menganggap sesuatu yang sakral, tapi bagi saya itu tidak boleh,” jelas Subhan, Jumat (18/6).

“Ini harus dibuka, agar teman-teman yang mempunyai berbagai kegiatan di ruangan-ruangan bisa tahu serta melihat sendiri, bahwa yang diusulkan di DPA pada tahun berjalan ini anggaranya ada dimana dan berapa besar,” sambungnya.

Menurut Subhan, apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari strategi selain bagian dari transparansi, namun juga untuk meningkatkan semangat para tenaga medis dalam bekerja.

Dikatakan subhan, setelah diserahkan kepada kurang lebih 13 kepala ruangan,  dirinya menginstruksikan untuk segera mempelajari DPA setiap bagian tersebut.  Sehingga setelah dipelajari, dan dirinya akan membuka ruang diskusi bersama para kepala ruangan lagi, terkait dengan penyerapan anggaran disemester pertama ini.

“Agar mereka bisa focus mempelajari setiap bidangnnya. Kemudian saya akan buka forum, tiga hari atau satu minggu kedepan dengan melibatkan bagian keuangan, bagian program dan bagian kepegawaian, untuk berdiskusi sama-sama untuk mengetahui berapa anggaran yang telah terserap dan berapa yang belum,” katanya.

“Misalnya pembelanjaan alat USG, sudah belanja belum, anggaran berapa dan kapan belanjanya. Itu yang harus dijawab oleh temen-teman yang ada di bidang terkait, sehingga anggaran ini jangan terlalu lama, biar proses pelayanannya bisa berjalan baik,” imbuhnya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed