oleh

Dinas TPHB Kembangkan Kopi Pegaf

-Ekonomi-710 views

MANOKWARI-Dinas Tanaman Pangan Hortikultural dan Perkebunanan (TPHB) Provinsi Papua Barat mengembangkan komiditi kopi di Kabupaten Pegunungan Arfak. Kadis TPHB, Ir. Yacob Fonataba mengatakan, pihaknya telah menyebar 2.000 bibit kopi untuk ditanam di wilayah Pegunungan Arfak.

“Sejak tahun 2018 kita sudah drop 2.000 anakan kopi di Pegunungan Arfak. Ini anggaran dari APBN. Pengawasan penanaman dilakukan Dinas  Perkebunan kabupaten,” kata Fonataba kepada wartawan di kantor gubernur, Kamis (3/10/2019).

Untuk menanabam 2.000 bibit kopi dengan jarak tanam 2 x2 meter butuh lahan 20.000 hektar. Lokasi penanaman tersebar di beberapa distrik. Lagi pula tingkat kemiringan lahan di Pegaf terbilang tinggi.

Kopi Pegaf lanjut Fonataba telah ditampilkan pada  pameran di Jakarta belum lama ini. Menurutnya Kopi Pegaf memiliki aroma dan rasa khas. “Aromanya dan rasanya tajam. Dibanding dengan kopi dari daerah lain, Kopi Pegaf punya aroma dan cita ras khas,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kopi Pegaf terkendala lahan  yang tingkat kemiringannya tinggi. “Pengembangannya dalam skala kecil,” katanya.

Selain di Pegaf, Dinas TPHB juga mengembangkan komoditi kopi di Kaimana. Menurutnya, tanaman kopi di Kaimana sudah ada di dekat perbatasan Nabire. Pemerintah bersama warga akan melakukan penataan kembali sehingga produksinya lebih baik.

Fonataba mendapat laporan, kebun kopi peninggalan misionaris seluas 30 hektar. Dinas TPHB akan mengecek di lapangan berapa luasan sebenarnya. “Nanti kita akan cek. Kebun kopi ini ada di perbatasan Kaimana dan Nabire yang akses transportasinya masih sulit,” pungkasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed