oleh

Dinas PM PTSP Kunci Keberhasilan Fungsi BP Jamsostek

SORONG – Keberhasilan fungsi dan pelaksanaan program BP Jamsostek dikatakan sangat erat kaitannya dengan dukungan serta kolaborasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) di masing-masing daerah. Hal ini diutarakan langsung oleh Kepala BP Jamsostek Cabang Papua Barat, Mintje Wattu usai menggelar rapat kerja bersama Dinas PM-PTSP se-Sorong Raya Tahun 2021, Rabu (10/3) lalu.Dikatakan Mintje, pertemuan tersebut sifatnya sangatlah penting dilakukan, dimana Dinas PM-PTSP punya peranan amat besar untuk membawa sebuah daerah Kabupaten/Kota dalam meraih prestasi Paritrana Award.

“Ini pertemuan penting untuk kami lakukan bersama PM-PTSP se-Sorong Raya, terlebih lagi untuk Kota dan Kabupaten Sorong karena kemarin berhasil menduduki peringkat 4 dan 5 terbaik se-Papua Barat. Bukan karena kami, tetapi itu semua berkat dukungan pemerintah daerah melalui perpanjangan tangan PM-PTSP yang juga sangat mempengaruhi penilaian dari juri,” ujarnya.

Melalui Dinas PM-PTSP, BP Jamsostek juga berupaya memastikan para pemberi kerja yang ada di Sorong Raya betul-betul sudah mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta BP Jamsostek. Karena hingga saat ini masih ada pemberi kerja yang belum memenuhi kewajiban tersebut.

“Banyak pemberi kerja yang semestinya sudah mendaftarkan pesertanya tetapi sampai saat ini tidak dilakukan. Ada yang didaftarkan, tapi hanya sebagian. Jadi kolaborasi ini adalah untuk memastikan bahwa para pengusaha atau pemberi kerja yang sudah memiliki izin usaha agar segera mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BP Jamsostek,” terangnya.

Dikatakannya, sebagai garda terdepan PM-PTSP punya peranan sangat penting untuk memastikan semua pekerja mendapatkan hak perlindungannya dari perusahaan saat yang bersangkutan mengalami risiko kerja.Mewakili UPTD Pengawas Ketenagakerjaan, Marthen Rahandra mengatakan, Provinsi Papua Barat menjadi provinsi yang tidak kalah dari 34 provinsi se-Indonesia, karena sudah dua tahun berturut-turut masuk di dalam 3 nasional pada ajang Paritrana Award. Untuk itu, pihaknya meminta agar kolaborasi antara BP Jamsostek dan PM-PTSP bisa terus terjalin.

“Masuk dalam nominasi 3 besar nasional itu tidak mudah, namun Kota dan Kabupaten Sorong bisa mempertahankan itu dalam 2 tahun beruntun. Luar biasa sekali, artinya kita tidak kalah dengan 31 provinsi lain di Indonesia. Semua karena kerja sama yang baik dan dukungan PM-PTSP,” kata Merthen Rahandra.

Marten menambahkan, bahwa sasaran yang BP Jamsostek adalah mengawal kebijakan pemerintah terkait tanggung jawab pemberi kerja dalam memberikan hak-hak pekerja, seperti yang tertuang dalam UU nomor 40 tahun 2004 atau 24 tahun 2018 tentang ketenagakerjaan.

“BP Jamsostek hadir ketika terjadi risiko kepada pekerja. Ini wujud kepedulian Negara, agar tidak muncul angka angka kemiskinan baru. Sebagai stakeholder, kami harus memastikan pengusaha tidak bermain curang kepada karyawannya,” pungkasnya. (ayu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed