oleh

Dinas PKP Rancang Strategi Pengelolaan Sampah

-Metro-81 views

SORONG-Kota Sorong sebagai kota majemuk di Provinsi Papua Barat dan jumlah penduduk yang bertambah, maka volume sampah yang dihasilkan pun meningkat. Melihat hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Sorong mengagas rancangan perubahan strategi pengelolaah sampah dengan melibatkan masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Sorong, Andreas Adii ST menerangkan, pihaknya telah mengagas rancangan perubahan terkait strategi pengelolaan sampah melalui partisipasi masyarakat Kota Sorong. Dimana, timbulnya rancangan ini melatarbelakangi kondisi nyata Kota Sorong pada tahun 2019 Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Sorong merupakan kota terkotor.

“Melalui program strategi ini, kami bisa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Masalah penanganan sampah di Kota Sorong ini kembali kepada partisipasi masyarakat sebab Kota Sorong sebagai wilayah strategis, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik yang cepat, sehingga meningkatkan volume sampah,”jelasnya kepada Radar Sorong, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan, melihat perkembangan yang cukup signifikan di Kota Sorong, maka penanganan sampah dibutuhkan peningkatan dan inovasi. Terutama mendorong warga untuk melakukan penanganan sampah dari sumber sampahnya. Sasaran dari proyek rancangan perubahan strategi pengelolaan sampah saat ini adalah Kelurahan Klawuyuk dan Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur.

“Kami melakukan sosialisasi di dua kelurahan terkait penerapan untuk sistem partisipasi masyarakat. Untuk program ini, kami perlu dukungan dari masyarakat, sekolah, pihak BUMN, BUMD, tokoh masyarakat maupun tokoh agama,”ujarnya.

Ia menyebutkan, pihaknya membangun komitmen kerja sama dengan beberapa BUMN seperti bekerja sama dengan Bank Papua selama 1 tahun dan akan membantu untuk mendorong program tersebut melalui CSR. Kerja sama juga dilakukan dengan pengadaian yang akan membangunkan tempat sampah dan sarana prasarana unit bank sampah seperti timbangan, sarung tangan serta gerobak.

“Kami juga membangun komitmen dengan Yayasan Misool Baseftin sebagai bank sampah induk di Sorong Raya. Mereka juga membantu sosialisasikan terkait rancangan perubahan yang kami gagas. Kami juga membangun komitmen dengan para pengembang yakni DPD REI dan Apernas Kota Sorong, mereka sudah membantu kami 1 unit motor sampah dan mereka siap membantu penanganan sampah di lingkungan perumahan,”ujarnya.

Proyek perubahan yang ia gagas ini, mulai dari tahap jangka pendek (2 bulan) tahap jangka menengah (1-6 bulan) dan tahap panjang (1 tahun lebih). Akan tetapi, tambah Andreas, komitmen yang ia bangun bersama beberapa instansi yakni jangka panjang atau sampai dengan tahun 2021 atau 2022. Pihaknya pun bisa membuat komitemen bersama media massa sebagai mitra pemerintah agar mempublikasikan cara membuang sampah tepat pada waktunya dan pemilahan sampah.

“Ini langkah agar bagaimana semua stakeholder bekerja sama untuk mewujudkan Kota Sorong sebagai kota yang termaju, bersih dan nyaman. Kami tahu, memang banyak unit sampah yang ada, tapi ada beberapa kendala juga. Oleh karena itu perlu dukungan dari pemerintah dan motivasi, sehingga kami dapat mengambil beberapa langkah,”ungkapnya.

Tahun 2019 lalu, sambung Andreas, sudah dilakukan revisi Perda Nomor 14 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah yang Dilimpahkan Kewenangan Sampah Rumah Tangga dari Dinas Kepada Kelurahan.

“Sebenarnya bulan Januari 2020 awal kami sudah harus lakukan sosialiasi, tapi karena masalah Covid-19 dan tidak boleh kumpul orang, sehingga tidak kami lakukan,”ungkapnya sembari menambahkan. pelimpahan kewenangan penanganan sampah perkelurahan, juga dibarengi dengan dana yang diperoleh kurang lebih Rp 300 jutaan mulai tahun 2019. Selain itu, tidak semua dana tersebut digunakan untuk mengatasi sampah, namun mungkin bisa mencari tanah untuk tempat pengelolaan sampah. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed